27 September 2009

USTADZ LIHAN BAYAR FEE SECEPATNYA



MARTAPURA, MINGGU - Keresahan ribuan investor Lihan hilang sudah. Bahkan mereka terlihat sangat bergembira, setelah pengusaha asal Cindai Alus, Kabupaten Banjar ini berjanji akan membayar kembali uang bagi hasil kepada para investornya pada pekan keempat Oktober 2009.Janji itu disampaikan Lihan, Sabtu (26/9) pagi, di kediamannya Desa Cindai Alus, Martapura Kota, Kabupaten Banjar.


"Semua modal investasi akan saya kembalikan kepada investor. Ini seiring dengan kontrak saya dengan pihak pembeli sejak 15 Oktober 2008 akan berakhir pada 15 Oktober 2009," ujar Lihan.
Janji Lihan tersebut disambut gembira para investornya. Salah satunya Ujang. "Saya merasa lega. Saya sudah tahu kapan uang bagi hasil dicairkan. Saya bahkan akan meneruskan investasi saya," ujarnya.
Menurut Ujang, kedatangan mereka ke rumah Lihan hanya untuk meminta penjelasan mengenai isu-isu miring dan macet pembayaran bagi hasil yang terjadi beberapa bulan terakhir ini.
"Saya mendengar kabar miring. Seperti Lihan sulit ditemui dan adanya potongan pembayaran dari uang yang kami investasikan. Dengan pertemuan ini, kabar-kabar tersebut ternyata tidak benar," ujar Ujang, warga Banjarmasin.


Dalam penjelasannya, Lihan mengatakan keterlambatan pembayaran bagi hasil kepada investornya tidak ada kaitannya dengan kedatangan anggota Densus 88 ke rumahnya. "Kedatangan itu merupakan silaturahmi biasa," ujarnya.
Terjadinya keterlambatan itu, kata Lihan, disebabkan adanya keterlambatan pembayaran dari pihak pembeli sejak Agustus 2009.
"Awalnya pembayaran akan dilakukan oleh pihak pembeli pada Agustus 2009. Namun, pembayaran itu belum bisa dilakukan sesuai waktu yang ditentukan," ujarnya.
Pihak pembeli, katanya, menyanggupi melakukan pembayaran sebelum Idulfitri 1430 H atau 3 - 4 hari sebelum 20 September 2009. "Pembayaran itu pun belum bisa dilakukan," ujarnya.


Pihaknya, kata Lihan, terus berkoordinasi dengan pembelinya. Akhirnya, pihak pembeli berjanji melakukan pembayaran pada minggu keempat Oktober 2009. "Kesepakatan itu diperkuat dengan jaminan dari pihak pembeli yang sudah diserahkan kepada saya," ujarnya.


Dengan kesepakatan baru itu, kata Lihan, dia baru bisa dilakukan pembayaran bagi hasil dengan investor setelah pihak pembeli melakukan pembayaran pada minggu keempat Oktober 2009.
"Kita berdoa saja. Kalau perlu kita lakukan salat Hajat agar pembayaran bisa dilakukan paling lambat pertengahan Oktober," ujarnya.


Usai pertemuan dengan invetornya, Lihan langsung masuk ke rumahnya. Bahkan Lihan tidak mau menerima wartawan dari beberapa media yang mua mewawancarainya.
"Maaf, bapak tidak bisa diwawancarai. Cukup dengan pres rilis saja. Supaya informasi tidak melebar," ujar salah seorang orang suruhan Lihan kepada wartawan.
Dalam pres rilis yang dibagikan kepada wartawan, ada lima  poin penjelasan Lihan. Yakni, nasabah jangan terpancing isu, kedatangan Densus Antiteror hanya silaturahmi biasa, akan membayar kepada investor pekan keempat Oktober, dia tidak tahu soal pemotongan terhadap dana investor, mengimbau investor jangan percaya janji-janji yang diberikan kolektor. Rilis tersebut ditandatangani langsung oleh Lihan.http://banjarmasin post.co.id

118 komentar:

  1. omong doang dah tanggal 1 nov 2009 blom ada titik terang apalagi pembayaran.... bohong...!!!!

    BalasHapus
  2. kami sampai saat ini pun ga ada kejelasan soal pembayaran, entah sampai kapan???

    BalasHapus
  3. IYA, SAMPAI KAPAN YA KITA MENUNGGU

    BalasHapus
  4. Agar SIMBOL USTAZ PAK LIHAN TIDAK TERCEMAR,SEBAIKNYA KUMPULKAN LAGI PARA INVESTOR,JELASKAN,ADA APA.DULU KAN DUITNYA TERTAHAN PROSES DANSUS 88,LALU SAAT PERTEMUAN,KARENA TERTUMDA PARTNER USAHA,SETERUSNYA OBLIGASI BELUM DAPAT DI CAIRKAN,SABAR TENTU ADA BATASNYA PAK USTAZ

    BalasHapus
  5. KIRA2 PAK USTAZ BETUL MENGALAMI KEBANGKRUTANKAH SIDIN,JANJI SIDIN MUNDUR TARUS LAH,KITA BAHARAP KAWA BALABARAN DARI HASIL INVES WAN SIDIN,KADA JUA,NUNGGU PENCARIAN DANA DARI MANA LAGI PANG KITA,PUSANG,KITA BANYAK TAJANJI JUA WAN URANG,TAMASUK WAN MINTUHA,TAKUTAN KALU PINA MINTUHA SARIK,LALU DISURUH SIDIN BAJAUH,UMPAT DIAN WAN USTAZ KENA

    BalasHapus
  6. dalam dunia keuangan ada istilah "hight risk hight return"' jadi resikonya pasti ada....sabar ai dunsanak sabarataan, samoga aja duit pian kada hilang.....salam

    BalasHapus
  7. ADA YANG BISA LANSUNG GAK YA NGOMONG SAMA USTAD LIHAN. TOLONG SAMPAIKAN SAMA USTAD KAMI HANYA BUTUH PENJELASAN, SEKARANG SUDAH TANGGAL 3 NOV TAPI TIDAK ADA TANDA-TANDA KECEMASAN INI AKAN BERKAHIR.

    BalasHapus
  8. ustaz kami semua perlu kejelasan jangan dibiarkan terus berharaptanpa ada kepastian sudah banyak segala kejadian yang tidak berkenan apalagi kata-kata yang sangat menyakitkan dan banyak hubungan silaturahmi yang terputus semua karena keterlambatan pembayaran fee dan pengembalian modal,taz cukup sudah sekarang sangat tepat untuk memperbaiki segalanya jangan ditunda lagi.kejelasan dan kepastian!

    BalasHapus
  9. Kalu handak investor senang cobalah sistem pembayaran transparan. Kami rasa curiga klo sama voucer dahulu. Yang dibayar cuma teman/koncunya saja.

    BalasHapus
  10. Seorang ANJING dimata kami lebih berharga daripada seekor LIHAN

    BalasHapus
  11. mana janjimu LIhan? jangan cuman omong doank!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ustadz kok jankinya gak pernah bener?

    BalasHapus
  12. sabar....sabar....sabar...

    Lihan telah mencairkan sebagian dana nasabahnya walau hanya sangat kecil....ya gimana lagi...???

    BalasHapus
  13. @syafyess

    Koq pertanyaan anda " ya gimana lagi ..??? "
    Anda sudah baca kan pernyataan Lihan kl dia memeiliki belasan perusahaan di berbagai daerah dan bahkan di Cina.

    Terakhir Lihan menyatakan memiliki surat berharga senilai 100 Trilliun. Mudah aja kan menyimpulkannya ?

    Yg saya merasa aneh justru kalimat terakhir anda :

    "walau hanya sangat kecil ... ya gimana lagi ..??? "

    Lucuuuuuuuu !

    BalasHapus
  14. @syafyess
    anda aneeeeeeeeeehhhhhhh................saya cross check sesama rekan investor kok gak ada yg menerima pembayaran dari LIhan?????????????jadi siapa saja yg udah dibayar LIhan? minta alamat nya biar saya konfirmasi ke orangnya langsung!

    BalasHapus
  15. anehnya lagi pengakuan sepihak dari Lihan yg mengaku memliki belasan perusaahaan , kok gak dijual aja perusahaanya ? dananya biar dibalikin ke investor ?????????
    Kok LIhannya di fb bilang lagi diurus bukan bilang lagi menjual perusahaanya? atau lagi sedang mencairkan dana yg 100 trilyun itu...........ketahuan dah bohongnya!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  16. @Investor Kalap
    Baru tahu ya, bahwa Lihan bohong ??? nggak aneh om ..!

    Kalau Lihan jujur itu baru aneh, percaya dech ...!

    BalasHapus
  17. Rianz.............
    anda betul sekali.............
    Baru kali ini ada seoarang Ustadz pembohong...bisa memecahkan guiness record book tuh..............ngomong2x kitab na apa yaa???

    BalasHapus
  18. Disini juga lagi rame pada diskusi:
    http://maskun.blogdetik.com/2009/11/15/ada-apa-dengan-ustadz-lihan/

    BalasHapus
  19. @Investor Kalap
    O ya.. ! Nama Kitabnya kalo nggak salah : " KitabulLIHANnipu "

    He..he.. baru dengar nama kitabnya ya ??

    BalasHapus
  20. Lebih Baik Kehadral MAud Saja Dari PAda Di gebukin Orang..Sekampung....Malu Deh Ustadz Lihan.....

    BalasHapus
  21. saya semakin bingung dengan pernyataan2 investor diatas. Sebenarnya mana sih yang benar? kemaren katanya sudah ada pencaiaran dana, apakah hanya satu hari saja atau ada kelanjutannya. saya takut berburuk sangka. Tolooooong ustad ditunaikan janjinya biar kami tidak bingung. Kalau salah bilang salah, kalau benar bilang benar.

    BalasHapus
  22. Lihan sibuk mengurus dananya , tapi dia gak tau dananya itu sama siapa, Lihan bingngung ..investor juga bingung..............

    BalasHapus
  23. nang bujur ja nah tat ai ky apa gerang neh kesah.ada kd duit nya.pian tu ustadz kalo...
    banyak urang tersiksa...ada nang tesanda sk pns, ada nang tejual rumah, ada nang kd jd sakulah, ada nang ribut rumah tangga gara-gara ini.
    mun bujur ada duit nya kada usah besembunyian mebayari. sohib nya ja kd babunyi lg...kana jua imbas nya...oooo ustadz purunnya pian lwn investor nah kdd kejelasan!!!!!!,kami sll doa kan mudahan lakas cair ja...

    BalasHapus
  24. wong ngakunya uang dari pembeli sudah masuk ke rekening dia (Lihan), transferkan cuma pindah data aja...kenapa butuh waktu yang lama sekali...

    BalasHapus
  25. B.Post hari ini 20 Nopember 2009 . judul :

    ” MENINGGAL USAI DARI RUMAH LIHAN ”

    Innalillahi Wainna Ilaihiroziun

    Depresi karena memikul beban berat mengusahakan pengembalian modal 1,5 M milik investor yg digalangnya.

    Memang segala sesuatunya ada ditangan Tuhan. tetapi ………………. ??????????????

    BalasHapus
  26. UNTUNG ATAU RUGI TANGGUNG BERSAMA,ITU NAMANYA USAHA BAGI HASIL.

    BalasHapus
  27. PAK RIANZ KENAPA SAMPIAN SUDAH TAHU KITABNYA KADA DI PELAJARI, SALAH SIAPA KADA BELAJAR..........

    BalasHapus
  28. urun rembug, sepertinya lihan kasulitan mambuliki duit investor yang kalao kada salah jumlahnya sampai Rp. 800 milyar. Kalo dihitung dari asset lihan saat ini kd sampai sagitu, lalu kamana larinya duit 800 m itu???

    ini seperti bisnis voucher yang lalu atau hampir sama dengan bisnisnya Maddox di AS yg telah dihukum 150 tahun penjara.

    semoga Allah memberikan jalan yang terbaik buat kita sabarataan....amin

    BalasHapus
  29. duit yg 800 milyar itu sebagian hilang dalam bisnis, yg sebagian lagi disimpan Lihan....(buat jaga2x kalo ini diproses hukum,entar kalo udah keluar dari penjara masih kaya raya).
    N berita yg sauya dengan bukan 800 milyar tapi 1.6T

    BalasHapus
  30. Copas dari Banjarmasinpost.co.id

    Hah! Lihan Terlibat Jaringan Teroris?
    Kamis, 19 November 2009 | 06:17 WITA
    Dibaca 1723 kali

    PENGUSAHA Lihan sedang menghadapi masalah pencairan dana nasabah. Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah penanam modal dan dana yang harus dikembalikan.

    "Pihak administrasi di rumah Lihan memperlihatkan kepada saya, nilai invetasi yang masuk lebih dari Rp 800 miliar. Tidak tahu, apa sudah total atau belum. Apakah termasuk pemodal dari Jakarta dan sebagainya," katas seorang sumber.

    Tidak jelas apa penyebab macetnya pencairan dana sekitar empat bulan terakhir. Semula diduga aset Lihan dibekukan karena terkait jaringan terorisme. Dugaan ini menyusul kedatangan aparat Densus 88 ke kediaman Lihan di Dusun Betung RT2 RW1, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, sekitar Agustus 2009.

    Namun Lihan membantahnya dengan mengatakan kedatangan anggota kepolisian antiteror tersebut hanya untuk bersilaturahmi. Lelaki kelahiran 9 Juli 1974 itu mengatakan macetnya pencairan dana penyetor modal dikarenakan pencairan uang hasil penjualan intannya tidak lancar.

    Lihan memang terkenal sebagai pedagang intan setelah membeli sebuah intan senilai Rp 3 miliar. Intan tersebut kemudian dinamainya Putri Malu. Namun tidak ada yang tahu pasti apa bisnisnya yang lain. Sejumlah orang dekat Lihan yang ditemui BPost juga mengaku tak tahu apa sebenarnya bisnis pria tersebut. Demikian pula bisnis investasi Lihan.

    "Saya memang berteman dengan Ustadz Lihan, tapi saya sama sekali tidak terlibat langsung dengan bisnis investasi yang dijalankan beliau. Malah saya juga sebagai investor," ujar Darmawan Jaya saat ditemui di kantor Merpati Banjarbaru.

    Darmawan mengaku mengenal Lihan pada 2006 saat menjalankan sebuah event organizer. Ketika itu dia diminta mendatangkan Ustadz Yusuf Mansyur dan penyanyi religi, Opick, untuk sebuah acara. Sejak itulah mereka berteman.

    Kepada Darmawan, Lihan mengaku berbisnis intan ke luar negeri. Itu dilakukannya sendiri. Suatu ketika, Lihan pernah memperlihatkan kiriman uang berbentuk dolar dan rupiah.

    BalasHapus
  31. Copas dari Banjarmasin Post Hari ini ( Sabtu, 21 Nopember 2009 )


    Kasihan Investor Lihan Masuk RS karena Stres
    Sabtu, 21 November 2009 | 06:13 WITA


    BANJARBARU, MINGGU - Tiba-tiba saja jantung Wanto (56) berdebar keras. Sekujur tubuhnya berkeringat dingin dan gemetar. Kepalanya terasa sakit dan pandangan mendadak kabur. Wanto tak tahan lagi hingga akhirnya pingsan. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah sakit.

    Bapak tiga anak warga Sungai Besar Banjarbaru ini tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Tapi yang jelas dia merasa sangat kelelahan. Tiga bulan terakhir Wanto diliputi perasaan sedih dan stres berat.

    Tabungan hasil jerih payahnya bekerja serta uang pensiun sebesar Rp 400 juta tak jelas nasibnya. Uang yang diinvestasikan ke jaringan usaha Lihan beserta labanya macet. Dana yang terakhir disetorkan pada September lalu sebesar Rp 175 juta bahkan tak sempat menghasilkan laba.

    Kini Wanto tak lagi punya tabungan dan pemasukan untuk menafkahi istri dan anaknya.

    Untuk memperjuangkan haknya, Wanto hampir setiap hari bolak balik ke kediaman Lihan di kawasan Cindai Alus Kabupaten Banjar. Hatinya makin sakit dan pesimis begitu melihat daftar nama penerima pencairan yang cuma sedikit. Peluang untuk mendapatkan uangnya secera penuh jauh dari harapan.

    Apalagi setelah Wanto bertanya kepada beberapa pemodal yang menerima pencairan. Mereka hanya menerima puluhan juta dari ratusan juta hingga miliaran yang ditanamkan. Ditambahkan lagi mereka sudah mendaftar sejak Agustus lalu.

    "Kami mendaftar menarik bulan Oktober. Kalau melihat daftar yang keluar, mereka katanya sudah daftar menarik sejak Agustus. Berarti giliran kami masih lama. Itupun belum tentu cair. Tapi mudahan saja bisa," ujar putranya, Nono, di kediaman.

    Puncaknya, Wanto tak tahan menyandang stres siang malam. Tubuhnya ambruk meski sebelumnya Wanto tak pernah mengeluh sakit. Wanto akhirnya dilarikan keluarganya ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin pada Kamis (12/11) lalu.

    "Kasihan Bapak stres berat. Siang malam tak bisa tidur. Sampai mengeluh matanya serasa mau lepas. Setiap hari beliau selalu tanya, apa berita Lihan di koran hari ini. Kata dokter, beliau sakit karena tekanan pikiran berlebihan," cerita Nono.

    (bpg)

    BalasHapus
  32. Copas dari Banjarmasin Post Hari ini ( Sabtu, 21 Nopember 2009 )


    Kasihan Investor Lihan Masuk RS karena Stres
    Sabtu, 21 November 2009 | 06:13 WITA


    BANJARBARU, MINGGU - Tiba-tiba saja jantung Wanto (56) berdebar keras. Sekujur tubuhnya berkeringat dingin dan gemetar. Kepalanya terasa sakit dan pandangan mendadak kabur. Wanto tak tahan lagi hingga akhirnya pingsan. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah sakit.

    Bapak tiga anak warga Sungai Besar Banjarbaru ini tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Tapi yang jelas dia merasa sangat kelelahan. Tiga bulan terakhir Wanto diliputi perasaan sedih dan stres berat.

    Tabungan hasil jerih payahnya bekerja serta uang pensiun sebesar Rp 400 juta tak jelas nasibnya. Uang yang diinvestasikan ke jaringan usaha Lihan beserta labanya macet. Dana yang terakhir disetorkan pada September lalu sebesar Rp 175 juta bahkan tak sempat menghasilkan laba.

    Kini Wanto tak lagi punya tabungan dan pemasukan untuk menafkahi istri dan anaknya.

    Untuk memperjuangkan haknya, Wanto hampir setiap hari bolak balik ke kediaman Lihan di kawasan Cindai Alus Kabupaten Banjar. Hatinya makin sakit dan pesimis begitu melihat daftar nama penerima pencairan yang cuma sedikit. Peluang untuk mendapatkan uangnya secera penuh jauh dari harapan.

    Apalagi setelah Wanto bertanya kepada beberapa pemodal yang menerima pencairan. Mereka hanya menerima puluhan juta dari ratusan juta hingga miliaran yang ditanamkan. Ditambahkan lagi mereka sudah mendaftar sejak Agustus lalu.

    "Kami mendaftar menarik bulan Oktober. Kalau melihat daftar yang keluar, mereka katanya sudah daftar menarik sejak Agustus. Berarti giliran kami masih lama. Itupun belum tentu cair. Tapi mudahan saja bisa," ujar putranya, Nono, di kediaman.

    Puncaknya, Wanto tak tahan menyandang stres siang malam. Tubuhnya ambruk meski sebelumnya Wanto tak pernah mengeluh sakit. Wanto akhirnya dilarikan keluarganya ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin pada Kamis (12/11) lalu.

    "Kasihan Bapak stres berat. Siang malam tak bisa tidur. Sampai mengeluh matanya serasa mau lepas. Setiap hari beliau selalu tanya, apa berita Lihan di koran hari ini. Kata dokter, beliau sakit karena tekanan pikiran berlebihan," cerita Nono.

    (bpg)

    BalasHapus
  33. HOOOOOOIIIIIII ……….. !

    Pada kemana nich ….??

    # Direktur PT. TRI ABADI MANDIRI
    # Penasehat Perusahaan PT. TRI ABADI MANDIRI
    # Manajer Operasional PT TRI ABADI MANDIRI
    # Presiden Direktur PT. IRA VISUAL MULTIMEDIA
    # Manager PT. IRA VISUAL MULTIMEDIA
    # Direktur PT. Lihan Jaya Sarana
    # Direktur Utama PT Smart Karya Utama
    # Direktur Utama Ayam Pakuan
    # pengelola PT. LIMA MAHA KARYA
    # HRD Manajer PT STAR
    # Direktur PT Rumputindo Maju Bersama
    # Direktur ……….. ???????
    # Direktur ……….. ???????
    # Direktur ……….. ???????
    # Direktur ……….. ???????
    # Direktur ……….. ???????
    # Direktur ……….. ???????
    Bingung dech …..!!

    Sebagian besar Nama nama anda sudah didaulat sebagai ” Punggawa Ustadz Lihan ” ( Nama2 yg bersangkutan sudah dipost oleh bang Udin di http://www.bagirata.wordpress.com )

    Komisaris anda (Lihan) dalam kesulitan besar, koq nggak ada yg bisa bantu sedikitpun. ngintip aja ??
    Mana sumbangsih anda pada orang yg sudah anda angkat menjadi komisaris.

    Carikan solusi untuk Lihan donk … kalo nggak sumbang dana setidaknya sumbang saran gimana caranya mencairkan surat berharga milik Lihan yg bernilai 100 Trilliun. (hi.. hi.. hi.. )

    Anda pasti dengar masyarakat sudah dibuat sengsara.

    (Punggawa kalo jaman kerajaan dulu adalah pasukan pembantu2, pengawal atau org2 kepercayaan raja)

    Terima kasih dan penghargaan yg setinggi2nya bila anda selaku “punggawa” bisa ikut membantu menyelesaikan carut marut ini. Insya Allah kebaikan anda akan mendapat ganjaran yg setimpal. Amiin.

    BalasHapus
  34. HATI - HATI ... !!!!

    Berita Copy paste dari Banjarmasin Post .

    Waspada Penipuan Ngaku Orang Dekat Lihan!
    Senin, 23 November 2009 | 08:12 WITA


    MARTAPURA, SENIN - Nasib baik masih menaungi Jarni (50). Seorang kerabat mengatakan memiliki kenalan yang bisa mencairkan uang sekitar Rp 1 miliar yang diinvestasikan perempuan itu ke Lihan.

    Kerabat itu mengatakan kenalannya mempunyai jalur khusus dengan Lihan yang kabarnya berada di Jakarta.

    Namun, Jarni yang tinggal di kawasan Guntung Jingah, Loktabat Utara Banjarbaru itu sontak terkejut. Betapa tidak, pemilik jalur khusus itu meminta komisi separo dari uang yang diinvestasikan. Jarni pun menolak memanfaatkan jasa itu.

    "Setelah saya cek, orang yang menawarkan jasa itu tidak jelas identitasnya. Apalagi dia meminta saya menyerahkan surat kontrak perjanjian investasi. Kalau surat itu hilang, bagaimana?" kata Jarni, kemarin.

    Penanam modal lainnya, Ifan (35) juga mengaku didekati orang yang mengaku memiliki jalur khusus itu. "Minta komisi 30 persen, tapi limit yang ditarik dibatasi Rp 1 miliar. Saya tidak percaya. Sepertinya cuma akal-akalan. Teman-teman juga tak mau ambil resiko," ungkap pria yang di Sungai Paring, Martapura, Banjar ini.

    Informasi yang diperoleh BPost, pasca-'menghilangnya' Lihan, ada orang-orang yang memanfaatkan kesempatan dengan menawarkan jasa pencairan. Mereka mengaku sebagai 'orang dekat' Lihan.

    Saat dikonfirmasi, Kapolres Banjar, AKBP Ebet Gunandar mengatakan permasalahan Lihan ditangani Polda Kalsel. Pasalnya, polda menganggal masalah itu perlu penanganan khusus. Oleh karena itu, Ebet mengaku tidak mengetahui keberadaan Lihan. Termasuk, kabar kepergiannya ke Jakarta. "Polres Banjar hanya menangani keamanan lingkungan sekitar rumah Lihan," katanya.

    (sar/ire)

    BalasHapus
  35. seperti judul thread halaman ini, emang fee investor sudah dibayar semua, tapi gak pakai duit, tapi pakai janji

    BalasHapus
  36. .
    Ampuuuuuun !! . . . . . . Virus LIHAN Ada dimana – mana !!!??

    Dari hasil telusur beberapa org rekan khususnya di daerah Kalsel ternyata Virus Lihan benar2 sdh merasuk kemana2. Disemua lini, dari masyarakat kelas atas sampai bawah terinfeksi virus itu. Hebatnya, buuuaanyak juga org2 yg kelihatannya ( kelihatannya lhoo ..) kuat dalam ibadah agama juga menyukai Virus najis ... jis .. jis .. jis ini.
    Diam2 kami mencoba menyusup ke beberapa kantor pemerintahan dan swasta terutama yg ada disekitar kota Martapura, B.Baru dan B.Masin.
    Sangat mengagumkan .. selain dipasar2, kampung2 , ternyata Virus Lihan berkembang biak hampir disemua perkantoran terutama di kota Banjarbaru. Kami ambil salah satu contoh kantor Induk penghasil setrum di B.Baru, dari sumber yg dapat dipercaya (org dalam tentunya) kami dapatkan keterangan banyaknya karyawan kantor tersebut yg mengidap LIV (Lihan Invesment Virus = Virus Investasi Lihan) . Bahkan disinyalir ada beberapa org pegawai penderita akut (parah) sudah banyak menulari pegawai lainnya. Dari pantauan kami org2 penderita akut ini kerjanya lebih banyak melamun dan bahkan sudah ada yg sakit2an. Ma’af nama terpaksa kami rahasiakan ... kasihan ...
    Coba kita bayangkan kalau saja pegawai kantor yg saya sebutkan tadi banyak yg sakit, apa yg akan terjadi ?
    Kota di Kalsel akan gelap , Gelaaaap ...... segelap hati dan jiwa seorang Lihan juga segelap harapan ribuan investor . Semoga saja tidak terjadi . Amiiin . . . .

    Aau’ ah ! ...... gelaaaaaaap ........ !!

    BalasHapus
  37. .
    Berita copy paste dari Banjarmasin Post

    "Jangan Tunggu Meledak "
    Selasa, 24 November 2009 | 01:00 WITA

    HARI-HARI terakhir, tak ada topik yang paling menarik bagi warga Kalimantan Selatan selain Lihan. Di mana-mana dan nyaris pada tiap kesempatan, orang-orang ramai memperbincangkan sosok pengusaha intan dari Dusun Batung Desa Cindaialus, Martapura, Kabupaten Banjar tersebut.

    Mulai dari penyebab macetnya pembayaran fee bulanan kepada investor sejak Agustus lalu, misteri keberadaannya setelah menghilang pada Senin (9/11) atau pada hari pertama pencairan sebagian kecil dana yang ditanamkan pemodal pada bisnis investasi yang dikelolanya. Lalu sampai kapan Lihan bersembunyi dan menyuruh orang-orangnya melayani pemilik modal maupun kolektor yang merupakan perpanjangan tangannya sendiri, yang tak henti mendatangi kediamannya demi meminta kembali uang mereka, hingga apa yang terjadi pada akhirnya.

    Sejak mulai dikenal pada 2003, tabir pria kelahiran 1974 tersebut memang tak sepenuhnya tersingkap. Meski berikutnya profil maupun perjalanan hidup dan usahanya ramai-ramai ditampilkan oleh berbagai media baik lokal maupun nasional, tak juga diketahui pasti siapa sejatinya Lihan.

    Yang diketahui publik hanya sebatas dia bungsu dari dua bersaudara anak pasangan pendulang intan, punya seorang istri dan dua anak yang masih SD, sempat mengajar di Pesantren Darul Hijrah Martapura. Lantas mulai menekuni jual beli intan dan kemudian menjelma menjadi pengusaha besar yang dermawan dengan aset miliaran dari bisnis investasi yang dikelolanya.

    Pada tahap berikutnya, figur Lihan kian tenar bahkan sampai ke luar negeri. Gara-garanya dia membeli intan seharga Rp 1 miliar dari pendulang intan tradisional di Kabupaten Banjar pada 2007. Semua orang memercayai transaksi intan yang diberi nama Putri Malu tersebut, kendati tak ada yang menyaksikan jual beli itu. Orang-orang juga percaya kala Lihan memperkirakan harga jual kembali si Putri Malu minimal Rp 3 miliar.

    Dan tanpa disadari, intan yang masih mentah tersebut menjadi tiket Lihan masuk ke kalangan atas. Artis, pejabat maupun orang hebat lainnya yang datang ke Kalsel, selalu penasaran melihat sendiri si Putri Malu.

    Seiring itu, Lihan melanjutkan kedermawanannya. Nyaris tak ada proposal permohonan bantuan yang dialamatkan ke rumahnya yang ditolak atau tidak disetujui. Yang paling fenomenal ketika pemerintah kebingungan mencari dana untuk biaya perawatan rumah peninggalan mendiang Presiden RI, Soekarno di Blitar, Jawa Timur, hingga terbersit untuk menjualnya, Lihan dengan enteng menggelontorkan Rp 3 miliar.

    Semua itu membuat orang-orang yang sebelumnya meragukan bisnis investasi ala Lihan, tenggelam dan tak terdengar lagi suaranya. Sebaliknya, orang-orang yang menyetorkan dana terus bertambah. Tak peduli bagaimana cara mendapatkan modal awal itu, semisal menggandaikan SK PNS, yang penting pada bulan berikutnya sudah menerima fee sebesar 10 persen dari modal yang ditanamkan.

    Bagi mereka tak penting meneliti lebih jauh apakah sejumlah unit bisnis Lihan seperti Rumah Makan Ayam Pakuwon di Banjarbaru dan Gerai Pisang Goreng P-Man di Banjarmasin, mendatangkan keuntungan superbesar hingga dia mampu terus menerus membayar fee bulanan investor yang jumlahnya kian banyak dan majemuk.

    Semua orang baru tersentak ketika Agustus lalu pembayaran fee macet. Dan semestinya aparat berwenang tak perlu menunggu lagi untuk terlibat dalam perkara ini. Apalagi, seperti yang dikatakan Kapolda Kalsel Brigjen Untung S Radjab, bisnis investasi tersebut terindikasi bermasalah. Kalau tidak mendapatkan Lihan dan ‘memaksanya’ menjelaskan bagaimana sejatinya bisnis yang dikelolanya tersebut.

    Dan rasanya sudah cukup seorang investor yang meninggal dunia serta seorang lagi stroke karena stres akibat tak kuasa menghadapi persoalan dari macetnya fee bisnis ala Lihan. Tidak usah menunggu hingga perkara ini meledak, karena dampaknya akan sangat luar biasa.

    BalasHapus
  38. 100 triliun,, artinya dia kayanya sama kaya bill gates donk,, tapi bill gates kada wani investasi kaya uztad lihan, apalagi jaman krisis global begini,, padahal jelas bener,, perusahaannya yang terkenal dan d pake seluruh dunia,, microsoft... wahhhh.............

    BalasHapus
  39. Ayoooooooooooooooomana MUI KAl-Sel, minta fatwanya donk tentang investasi made in Lihan ini...............pada ngumpet atau pada ikut?????????????

    BalasHapus
  40. Sekedar info saja :

    Beberapa hari yang lalu, ulun sempat bertemu dengan salah satu ust / pengajar di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra, dan informasi yang ulun dapatkan sbb:

    1. Lihan itu bukan pengajar di Pondok Pesantren tersebut, jadi bisa di pastikan dia bukan ust Pondok Pesantren Darul Hijrah, Lihan hanya alumus dan sempat mengabdi.

    2. Lihan itu bukan Donator Pondok Pesantren Darul Hijrah, karena setelah ulun wawancara dengan ust disana, tidak ada seperser rupiah pun yang pernah di sumbangkan. Pondok Pesantren itu untuk saat ini hanya mendapat bantuan dari Departemen Agama / Pemerintah dan para Donator/orang tua santri.

    3. Usaha Bisnis Lihan, Tidak ada hubungan sama sekali dengan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Karena sampai saat ini Pihak Pimpinan Pondok dan Pendiri Pondok masih menganggap usaha tersebut ada unsur riba. Namun tidak menutup kemungkinan ada para ust Pondok Darul Hijrah yang Meng-investasikan Dana nya, tetapi itu sebatas personal bukan Pondok nya.

    Demikianlah info yang bisa ulun dapatkan berdasarkan hasil riset ulun ke Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra. Semoga info ini dapat meluruskan pandangan masyarakat tentang hubungan lihan dengan Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra.


    Salam...

    BalasHapus
  41. Pak Lihan-Pak Lihan...
    Kalo Lagi Dapat uang 40% Orang Pada Ketawa, Mentel Kelek.
    SO..Penak Dapat Uang, Turu Ngorok Gajian Tiap Bulan.
    Padahal Pak Lihan Tidak Pernah Woro-woro sekalipun ngajak Orang Investasi.
    Jadi Si A Kenal Lihan Ikut Investasi(Bukan Pak Lihan Yang Ngajak)
    Si A Ngajak Si B Tapi Si B Tidak Kenal / pernah bertemu sama Lihan.
    Si B Ngajak Si C Padahal Si C Tidak Kenal sama Lihan dan Si B.
    Begitu Seterusnya.
    Kalo Saya Setiap Sebab ada akibat
    Mau Investasi ya Harus mau Rugi
    Mau Tertawa Ya Harus mau Menangis..
    lah kalo Sudah Uangnya banyak Kok Masih Bingung ada Orang Usaha Ikut..
    Ada Kabar Ikut... Ada Isu Ikut..
    Maunya Apa Orang-Orang ini.
    Orang Sudah Jadi PNS. Gali Bulanan Pasti. Masih sibuk bingung Karepe Dewe..........!!!!
    Sukur To Wong... Sukur.. Lahir Telanjang.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Seng Ora Melu Lihan Ora UsAH CEREWET.
    YANG IKUT LIHAN DAN LEWAT ORANG LAIN YO JANGAN MARAHNYA SAMA LEHAN.
    LAH LEHAN TIDAK PERNAH KENAL KARO SAMPEAN, OPO PERNAH LIHAN NGAJAK KAMU UNTUK NANAM MODAL..!!
    INILAH INDONESIA. KALO ADA ORANG SUKSES SEMUA SIBUK....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    "ADA GULA ADA SEMUT"
    "SEKALI A SAMPAI KIAMAT YA TETAP A"
    GITU AJA KOK PADA REPOT....?
    COBA NGACA PADA DIRI SENDIRI JANGAN MENYALAHKAN ORANG LAIN.
    INVESTASI MAU
    RUGI TIDAK MAU
    APA........INI



    Buat Penulis
    =============
    Anda sangat Sukses Menulis Topil Ini..
    ======================================
    By Wong NETRAL

    BalasHapus
  42. INILAH DUNIA...!

    DATANG SENDIRI
    INVESTASI SENDIRI
    YANG DI SALAHIN LIHAN.....???????????

    =====================================
    =====================================

    DICATAT SEMUANYA...
    LIHAN TIDAK PERNAH NGAJAK KALIAN.
    RESIKO KOK DILIMPAHKAN KE LIHAN.
    KALO DAPAT 40% LIHAN DISANJUNG DI PUJA.

    YANG SABAR P.LIHAN
    ------------------------+
    SEMAKIN TINGGI SEMAKIN BERAT TERPAAN ANGIN
    DAN SEMAKIN MUDAH ROBOH.
    PADAHAL DULUAN POHON YANG BESAR.
    RUMAH KECIL DISEBELAHNYA YANG BINGUNG...?
    =========================================+
    KEROBOHAN POHON BESAR...
    EH.. POHONNYA YANG DISALAHIN.
    =========================================+

    BalasHapus
  43. Beberapa promosi Investasi Lihan tahun 2009, yang ditulis di www.bagirata.wordpress.com

    (Data ini saya copy paste khusus untuk dibaca oleh orang dewasa, hi..hi..hi..anak kecil pasti nggak ngerti bahwa ini adalah promosi)
    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


    Investasi Islami dengan Ustadz Lihan
    Tanam-Tumbuh-Petik-Berkah


    Dibuka Kesempatan Berinvestasi Feb 2009
    26 Februari, 2009 in Investasi Islami
    Tags: Bagi hasil, Bisnis, Investor, Lihan


    Ada beberapa komentar dari kawan-kawan yang menanyakan kapan sih bisa bergabung untuk berinvestasi dengan Ustadz lihan? dalam hal ini saya tidak bisa menjawabnya karena saya bukan bagian dari Managemen Lihan Group. Akan tetapi saya akan mengusahakan memberikan kabar terbaru dari kesempatan tersebut.

    Setelah ditutupnya kesempatan berinvestasi pada akhir bulan Januari 2009, kini kesempatan tersebut dibuka lagi sejak hari senin tanggal 23 Februari 2009 tadi. Apabila nilai dari keperluan dari dana investasi telah terpenuhi, maka akan ada pemberitahuan bahwa kesempatan untuk berinvestasi telah ditutup.

    Kalau anda tertarik untuk berinvestasi silahkan menghubungi langsung Ustadz Lihan atau melalui perantara yang bisa memberikan jalan untuk berinvestasi dengan beliau.

    update: sampai hari selasa (3/3/2009) kesempatan berinvestasi sudah ditutup.

    BalasHapus
  44. .
    Investasi Islami dengan Ustadz Lihan
    Tanam-Tumbuh-Petik-Berkah

    Dibuka Kesempatan Berinvestasi April 2009
    6 April, 2009 in Umum
    Tags: Bagi hasil, Bisnis, Investor, Lihan


    Ada kabar terbaru tentang kesempatan berinvestasi dengan Ustadz Lihan. Setelah hampir satu bulan lamanya, akhirnya Ustadz Lihan kembali memberikan kesempatan untuk berinvestasi dengan beliau.

    Setelah ditutupnya kesempatan berinvestasi pada awal bulan Maret 2009, kini kesempatan tersebut dibuka lagi sejak hari senin tanggal 6 April 2009. Apabila nilai dari keperluan dari dana investasi telah terpenuhi, maka akan ada pemberitahuan bahwa kesempatan untuk berinvestasi telah ditutup.

    Kalau anda tertarik untuk berinvestasi silahkan menghubungi langsung Ustadz Lihan atau melalui orang yang bisa memberikan jalan untuk berinvestasi dengan beliau.

    update: Kesempatan investasi ditutup pada hari senin tanggal 20 April 2009

    BalasHapus
  45. .
    Investasi Islami dengan Ustadz Lihan
    Tanam-Tumbuh-Petik-Berkah

    Dibuka Kesempatan Investasi Juli 2009
    2 Juli, 2009 in Garis Besar, Investasi Islami
    Tags: Bagi hasil, Investasi, Lihan, pembukaan investasi lihan


    Setelah menunggu sekian lama akhirnya Ustadz Lihan kembali membuka peluang berinvestasi di bulan Juli ini. Yang tentunya sudah sangat sangat dinantikan oleh anda sekalian yang ingin berkerjasama dalam hal ini.

    Pada pembukaan kontrak kali ini nilai keuntungan yang ditawarkan tetap mengacu pada konsep islam yaitu 60:40 yang mungkin yang kalau di berikan perincian untuk kontrak kali ini sebagai berikut:
    Contoh :
    Umpamanya nilai kerjasama adalah 10jt.
    Total penawaran hasil bersih dari perbulan Rp.2.000.000 (karena kontrak maka nilai hasilnya pasti)
    Kemudian di bagi sesuai syari’at Islam
    Ustadz Lihan (pengelola) 60 = Rp.1.200.000,-
    Investor (pemilik Modal) 40 = Rp. 800.000,-

    Pembukaan kesempatan investasi kali ini adalah kontrak baru dan setiap tahunnya akan selalu diperbaharui. Yang artinya uang anda akan berputar penuh selama 1 tahun dan akan ditinjau ulang lagi pada bulan yang sama di tahun berikutnya.

    Pembukaan rencananya berkisar 10 hari dan apabila nilainya tepenuhi seperti biasa akan ada pemberitahuan selanjutnya. Pesan saya tetap tenang dan jangan tergesa-gesa.

    Pada kesempatan kali ini saya ingin kembali mengingatkan bahwa Ustadz Lihan tidak pernah mengajak atau memotivasi seseorang untuk ikut dalam hal kerjasama bisnis ini

    Dalam hal ini saya juga ingin menegaskan bahwa tulisan saya kali ini bukanlah sebuah papan pengumuman yang diartikan sebuah media untuk mengajak Anda sekalian untuk ikut bergabung atau sekedar memotivasi anda sekalian.

    Jauh dari hal di atas saya Cuma ingin berbagi kisah dan sharing dalam hal investasi ini. Dan semoga juga bisa menjadi media bagi anda untuk mencari informasi, saling berbagi dan bertukar pendapat untuk kebaikan ummat.

    Hal yang kurang dipahami atau informasi yang lain bisa anda baca-baca lagi diblog ini. atau hub. Saya langsung disini.<<<<

    update: Kesempatan investasi sudah ditutup pada hari jum’at tanggal 10 Juli 2009

    BalasHapus
  46. Dari ke 3 data yg saya post diatas berarti investasi yg dijalankan oleh Lihan memang ada bukan berita dari mulut ke mulut.
    (Lihat tanggal dan bulannya)

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    Kenapa data diatas saya sampaikan hanya untuk orang dewasa ? Yachh ... sudah pasti donk .. kalo anak2 nggak mungkin ngerti apakah ini promosi atau bukan ?

    Hi .. hi .. hi ... tidur dulu aaach ...!

    BalasHapus
  47. Yeee ..! Si Alien bakalan bikin org yg tdk cerdas (Low Quality) jadi emosi aja. anda bilang promosi ? ya promosi itu tujuannya utk menarik perhatian org lain agar ikut investasi. itu sich identik dengan ngajak, ha...ha..!
    Alien ...Alien ... membaca data anda pasti ada org yg emosi berat, marah dan jantungnya berdetak hebat. Nah ... kalo org itu sampai kena serangan jantung lalu strok giamana ??

    BalasHapus
  48. Saya rasa pilih jalan yang terbaik,untuk ustaz Lihan kalo memang ada niat baik temui/kumpulkan para investor jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,kumpulkan dan adakan musyawarah.kalo pian menghilang seperti ini tanggapannya bermacam-macam.untuk para kolektor/wakil,karyawan2nya jangan biarkan bos kalian berjuang sendiri nikmatnya bersama sakitnya juga bersama

    BalasHapus
  49. @Ary
    Setuju ... anda benar, Lihan cs dengan sengaja dan sadar telah mengajak masyarakat utk berinvestasi dengan mengumumkan "Buka Kesempatan Investasi" contoh di th 2009 (bln Februari, April dan Juli) lihat post sdr.Alien diatas.
    Karena dengan sadar telah mengumpulkan dana masyarakat , maka seharusnya dengan sadar juga berani bertanggung jawab setidaknya membuat dan menandatangani perjanjian tertulis diatas materai yg disertai dengan sangsinya yg disahkan oleh notaris. Lihan berani nggak ??

    Bukti bahwa investasi ini akal2an :

    1 Alasan Lihan yg selalu berubah
    # Keterlambatan pembayaran karena HP hilang karena data dan rekening nasabah ada di hp tsb.

    # Keterlambatan pembayaran karena dana 150 M diblokir BI/PPAT ( koq cuma 150 M ? padahal menurut keterangan pegawai administrasi Lihan dana milik nasabah sekitar 800 M, lalu kemana yg 650 M, lucu nggaaaak ...? )

    # Dana sudah cair, Alhamdulillah akan dibagikan sebelum Hari Raya Idul Fitri (Ternyata bohong lagi, anehnya Lihan pake kata Alhamdulillah bukan Insya Allah)

    # Dalam Press Realis Lihan tgl 26 sept-09 - Keterlambatan karena kesalahan si pembeli intan yg tidak bisa membayar

    # Keterlambatan pembayaran karena saya menghutangi orang ( nggak jelas banget menghutangi gimana ? )

    (Semua data diatas ada di website www.bagirata.wordpress.com ditulis oleh bang Udin di > makanya website itu ditutup utk menghilangkan bukti kebohongan Lihan cs)

    2. Orang2 yg duduk didalam jajaran semua perusahaan Lihan yg jumlahnya belasan tidak ada satupun yg bertanggung jawab. diam ..... !

    3. Lihan tidak berani berhadapan dengan nasabah, yg menghadapi nasabah justru aparat kepolisian, ada apa ?

    Ingaaaaat ... sekarang sudah ada nasabah yg sakit2an bahkan meninggal. Apakah anda2 menunggu korban bertambah banyak lagi ? Lihan dan kaki tangannya juga org2 dan media yg membantu mengangkat namanya dengan sengaja, Tanggung jawab anda akan dituntut diakhirat nanti.
    Takdir dan segala sesuatunya memang Tuhan yg menentukan , tetapi penyebab adalah dosa2 anda.

    (Contoh : org melakukan pembunuhan > yg terbunuh itu takdir , tetapi yg punya dos tetap aja sipembunuh)

    BalasHapus
  50. NAMANYA INVESTASI.........
    ada untung ada rugi.... Investasi yang Resmi saja bisa guri.. eh rugi.... apalagi investasi yang macam2... eeee ternyata ya rugi....
    jadi ya sabar saja.. bisa balik syukur tidak bisa ya syukur... bisa jadi pengalaman...

    BalasHapus
  51. sidin sudah kabur ke jakarta...

    BalasHapus
  52. banyak yang stress berat.....kasian ...kan!

    berharaplah di bayar, agar uang anda kembali, jangan kau do'akan dengan do'a yang ga baik, semoga cepat kelar...

    saya bukan investor...

    BalasHapus
  53. "INFO TERBARU"Lihan
    sejak sabtu 5/12/2009 berada di Mapolda kalsel, bahkan dia telah
    berstatus sebagai tersangka. Lihan dijemput oleh tim polda Kalsel yang
    dipimpin kasat kriminal umum AKBP Helfi Assegaf, Usai diperiksa Lihan
    dipindahkan keruang tahanan. Surat penahanan Lihan bernomor: SP.HAN/91-2/12/2009/Ditreskrim ta...n...ggal
    5/12/2009 ditandatangani Wadir Reskrim AKBP Drs.AK Dwi Korjanto, Msi
    Berlaku hingga 25 januari 2009. Lihan dijerat pasal 1 UU no 10 Thn 1998
    Tentang perubahan UU no 7 tahun 1992 tentang Perbankan Yakni Menghimpun
    Dana tanpa Izin menteri keuangan.

    BalasHapus
  54. epaper.banjamasin.post.co.id tlg. 6-12-2009

    BalasHapus
  55. lakas jara....bangsatai nyawa dibunguli lihan

    BalasHapus
  56. BERITA TERKINI COPY PASTE DARI BANJARMASIN POST

    Senin, 7 Desember 2009 | 17:49 WITA

    SENIN, BPOST – Petugas Polda Kalsel, sampai Senin (7/12) masih terus melakukan penyelidikan terhadap Lihan. Kapolda Brigjen Dr Untung S Rajab mengatakan setiap pengakuan Lihan terus mereka telusuri, termasuk pengakuan aset-asetnya.

    Kapolda juga menuturkan ketika Lihan dikabarkan memiliki sertifikat obligasi, pihaknya langsung menelusuri dan ternyata bukan kepunyaan dia.

    “Katanya, Lihan juga punya 10.000 krat berlian. Setelah kami cek ternyata tidak ada,” papar Kapolda.

    Berdasar hasil pengecekan ke lapangan yang tidak sesuai ini maka patut disangkakan ada pelanggaran hukum, kemungkinan dia lakukan penipuan atau pengelapan atau pelanggaran UU Perbankan Syariah atau mungkin pencucian uang karena dia punya perusahaan-perusahan.

    Sementara Lihan ditemui di Mapolda saat digiring mengenakan baju kaos belang-belang berkerah yang dilapis dengan baju tahanan berwarna biru mengatakan dirinya yakin bisa bayar asalkan diberi keleluasaan.

    “Kalau sudah begini bagaimana lagi,” ungkapnya sambil berjalan didampingi oleh pihak penyidik.(irfani rahman)

    BalasHapus
  57. MetroNews.Com

    Senin, 7 Desember 2009 16:15 WIB

    Tipu Nasabah, Ustad Lihan Ditangkap Polisi

    Metrotvnews.com, Banjarmasin: Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menangkap Ustad Lihan atas kasus penipuan dan penggelapan uang senilai hampir Rp1 triliun. Selain penipuan dan penggelapan uang, tersangka diduga melakukan praktik bank gelap dan pencucian uang.

    Ribuan nasabah, termasuk di antaranya selebritas, menanamkan uang sebagai investasi kepada ustad sekaligus pengusaha asal Martapura. Namun, selama dua bulan ini, nasabah resah karena tidak kunjung mendapatkan pembayaran bunga.

    Dalam praktiknya, Lihan menjanjikan keuntungan sepuluh persen per bulan kepada nasabah untuk setiap dana yang disetorkan kepadanya. Hingga kini diperkirakan 3.700 orang menjadi nasabah Lihan.

    Salah satu nasabah, Nila mengaku sudah setahun menanamkan modal hingga miliaran rupiah. Namun hingga kini nasib uangnya tidak jelas.

    Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Polisi Untung S. Rajab menyatakan, pihaknya kini menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan surat berharga milik Lihan untuk penyelidikan lanjut. Pihaknya juga masih menyelidiki aset Lihan yang tersebar di sejumlah daerah.

    Polisi kini menyelidiki kemungkinan keterlibatan sindikat dalam kasus bank gelap serta aliran dananya. Selama ini Lihan dinilai licin dan halus dalam menjalankan praktik ilegalnya. Ia bahkan pernah menerbitkan buku terkenal, termasuk menjadi donatur sejumlah kegiatan sosial bertaraf internasional. Hal inilah yang menjadi daya tarik ribuan nasabahnya.

    BalasHapus
  58. Lihan kenyang........................ibarat ngambil gelar Sarjana, masuk penjara 4 tahun abis keluar penjara langsung kaya raya...........investor tinggal bayarin hutang ke BANK, sungguh mulia hati para investor mengasihkan duit ke LIhan spy Lihan kaya raya.

    BalasHapus
  59. Yah inilah budaya Indonesia kalau ada orang yang berhasil entah itu benar atau tidak ikut aja, agama sudah menjelaskan hindarilah RIBA, yang penting ikut daripada ketinggalan, nah kalau sekarang pengelola diborgol Polisi pasti stres mending ikut aja mbah Surip pasti TAK GENDONG

    BalasHapus
  60. Copy Paste Dari MEDIA INDONESIA

    Senin, 07 Desember 2009 14:31 WIB

    BANJARMASIN--MI: Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menangkap pengusaha intan terkenal sekaligus Komisaris PT Tri Abadi Mandiri Lihan karena diduga menipu
    sebesar Rp817 miliar dengan kedok bisnis investasi syariah.

    Lihan yang dikenal memiliki intan sebesar bola pingpong bernama Putri Malu itu resmi menjadi tahanan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak sabtu (5/12). Tersangka ditangkap saat berada di Jakarta setelah dikabarkan menghilang beberapa bulan seiring tersendatnya pembayaraan fee atas investasi dan pengembalian dana yang dihimpunnya dari 3.475 pemodal (masyarakat).

    Kepala Polda Kalsel Brigjend Untung S Rajab didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Abdul Taufieq, dalam keterangan pers, Senin (7/12), dalam keterangan persnya mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan tersangka terbukti melakukan penipuan, pencucian uang, penggelapan, serta pelanggaran undang-undang perbankan Syariah.

    "Kasus ini sudah kita selidiki sejak lama, karena menyangkut masyarakat banyak dengan nilai kerugian cukup fantastis ratusan miliaran rupiah," katanya.

    Dari hasil penyelidikan tim, berbagai kegiatan usaha yang dikelola PT Tri Abadi Mandiri, di antaranya bisnis intan hingga ke manca negara itu ternyata fiktif. Sedangkan sejumlah usaha yang dibangun di berbagai bidang diduga merupakan upaya untuk melakukan pencucian uang.

    "Penahanan terhadap tersangka juga dimaksudkan untuk menyelamatkan aset-aset agar
    kerugian masyarakat dapat ditekan," ujar Kapolda.

    Polisi kini juga mulai menginventarisasi aset-aset milik Lihan di sejumlah daerah. Untuk penanganan kasus itu, Polda kalsel berkerja sama dengan kejaksaan tinggi , Bank Indonesia dan PPATK.

    Bisnis Lihan berupa penggalangan dana masyarakat berkedok bisnis intan dengan perjanjian pembagian keuntungan (bagi hasil) 60:40 per bulan. Bisnis di bawah naungan PT Tri Abadi Mandiri dimulai pada 2001 dan mampu menarik dana Rp817 Miliar dari 3.475 warga dari berbagai daerah.

    Sementara itu, Lihan saat ditemui di kantor Polda Kalsel masih yakin bisnisnya bisa berjalan dan dapat mengembalikan dana para investor. "Tidak begitu banyak berpengaruh pada usaha saya seperti kerja sama dengan pihak Merpati. Tetapi karena saya ditahan maka ruang gerak saya untuk menyelesaikan masalah terbatas," tuturnya. (DY/OL-01)

    BalasHapus
  61. knpa ya byk orang yg memvonis lihan penipu ??
    apa ada buktinya ??? benar sih polisi
    menangkap beliu.. tp kan cuma kena pasal
    penghimpunan dana simpanan tanpa izin BI...
    apa polisi ga mikir...
    nyata2 lihan bikin kerja sama investor dgn pengusaha.. bukan manabung duit,,
    liat donk surat perjanjian yg ada,,
    dan apakah kita menabung di bank punya surat perjanjian kerja sama sperti lihan ???
    hati2 lo para media cetak dan media televisi..
    klo lihan terbukti tidak bersalah..
    anda semua bakal di tuntut lihan karena
    pencemaran nama baik nya... hayuuuu....

    BalasHapus
  62. Inilah hasilnya jika pekerjaan HARAM dilakukan.. Mau hasil banyak tapi gak mau keluar keringat

    BalasHapus
  63. Udah nyata nyata2 LIHAN PENIPU...
    Buktinya :
    - Bagi hasil sangat tidak masuk akal
    - Semua usaha LIHAN tidak ada yang bonafide alias tidak ada yang memberi keuntungan yang signifikan.
    - Lihan banyak bohong, seluruh investasinya dengan pihak lain tidak memiliki bukti yang otentik.
    - Kerjasama dengan merpati adalah proyek sangat merugikan. karna pihak LIHAN harus menutupi kouta kursi penumpang yang tidak terisi

    JADI MAAF YA.. PERCAYA AMA LIHAN = GOBLOK!!!

    BalasHapus
  64. Rabu, 09 Desember 2009 , 11:55:00
    Investor Lihan Ancam Demo Polda
    Penipuan Berkedok Investasi Intan

    Radar Banjarmasin/JPNN
    MARTAPURA- Penahanan Lihan oleh Polda Kalsel mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Aparat kepolisian diminta benar-benar menjalankan tugas melakukan pengamanan aset untuk kepentingan masyarakat (pemodal), bukan untuk melindungi pengusaha intan asal Cindai Alus dengan berupaya mengaburkan kasusnya.

    Selain itu juga, pihak kepolisian diminta untuk tidak menghalang-halangi orang yang akan bertemu Lihan. Jika tidak, maka Polda diminta untuk sesegeranya menjadi fasilitator mempertemukan investor (pemodal) dengan Lihan.

    “Tidak ada dari pemodal yang senang dengan penangkapan Lihan. Polisi harus tahu itu,” ujar salah seorang aktivis Martapura, Sirajul Huda.

    Keinginan para pemodal sebenarnya kata Sirajul, para penanam modal menginginkan uang mereka bisa kembali, bukan penahanan seperti yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan alasan untuk kepentingan masyarakat yakni dengan menyelamatkan aset-aset milik Lihan.

    Bahkan sebagian besar pemodal menyayangkan hal ini. Sebab, dengan ditahannya Lihan, maka menimbulkan keresahan dikalangan pemodal dalam hal ini masyarakat banyak. Jika penangkapan benar-benar dilakukan untuk kepentingan masyarakat, beber dia, maka pihak kepolisian harus benar-benar bertanggung jawab atas pengamanan aset-aset Lihan, dan dari hasil dari pengumpulan aset itu maka benar-benar akan diberikan pada pemodal sepenuhnya, bukan diberikan hanya pada orang-orang berkuasa yang ikut menanamkan modalnya pada pengusaha muda itu.
    “Polisi harus bertanggung jawab sepenuhnya. Laksanakan tugas dengan transparan. Kalau memang mengamankan aset untuk kepentingan masyarakat, kami mendukung. Tapi jika penahanan ini hanya untuk melindungi Lihan atau mengaburkan kasusnya, maka kami ingin pembebasan Lihan,” tegasnya.

    Ditambahkan, penahanan ini membuat para pemodal resah, lantaran sangat tipis peluang uang mereka kembali. Sebab nantinya penahanan ini bisa jadi akan dijadikan senjata oleh Lihan, untuk tidak mengembalikan lagi uang milik para pemodal dengan alasan ia terpenjara.

    “Kalau polisi benar-benar melakukan tugas demi kepentingan masyarakat. Tolong jangan halang-halangi orang yang ingin bertemu Lihan. Kalau memang tidak bisa, polisi harus jadi pasilitator untuk pertemukan pemodal dengan lihan, supaya masyarakat tidak resah,” tegasnya.

    Senada dengan itu, supiansyah juga menyayangkan sikap Polda Kalsel yang langsung mengamankan Lihan. Bukan mencarikan solusi supaya uang para pemodal bisa dibayarkan.
    “Kami banyak ditemui masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasi. Mestinya polisi lihat dulu kasusnya. Pemodal inginkan uangnya kembali bukan penahanan Lihan,” terangnya.

    Karena itulah tambahnya, pertemuan antara Lihan dengan pemodal mesti dilakukan, untuk mengurangi keresahan para pemodal. Dan hal ini sudah menjadi tugas pihak kepolisian, yang katanya mengambil langkah penahanan untuk kepentingan masyarakat.

    “Polisi harus pasilitasi ini. Jika tidak dilakukan, maka kami bersama pemodal akan mendemo Polda. Tugas polisi untuk mengamankan saja, bukan menghalang-halangi masyarakat yang ingin ketemu Lihan,”tegasnya.

    Yang terjadi sekarang tambahnya, ada kesan kalau pihak kepolisian melindungi pengusaha Intan itu, dengan menghalang-halangi pemodal untuk bisa bertemu Lihan, termasuk keluarga Lihan sendiri, sehingga menimbulkan kesan juga polisi ingin mengaburkan kasus Lihan, supaya Lihan bisa beralasan ketika dituntut pengembalian modal oleh para pemodal.
    “Kalau Lihan memang melanggar UU Perbankan kenapa tidak dari dulu ditangkap sebelum banyak korban. Kenapa polisi baru sekarang bergerak. Ada apa dengan polisi,” ungkapnya dengan nada tanya.
    Yang diharapkan sekarang, polisi harus benar-benar melaksanakan tugas dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan mengedepankan kepentingan penguasa yang ikut menamkan modalnya pada pengusaha intan itu.
    “Hukum dibuat untuk masyarakat bukan untuk penguasa. Polisi harus ingat ini,” pungkasnya.(san/fuz)

    BalasHapus
  65. Copy Paste dari Banjarmasin Post

    Rumah Pengumpul Lihan Disegel Warga
    Selasa, 8 Desember 2009 | 06:34 WITA

    RUMAH di Jalan Kairo RT 1 RW 8, Balitan, Loktabat Utara, Banjarbaru, itu kosong. Pintu pagarnya digembok. Namun pada Senin (7/12) selepas subuh, di dinding rumah ada tulisan dari spidol merah yang berbunyi, "Rumah ini disegel warga".

    Siangnya, tulisan bertambah banyak. Coretan juga ada di pagar. Salah satunya tulisan dari cat pilox merah dan putih, "Banyak utang, disita warga". Ada pula gambar yang menyiratkan simbol hantu di dinding luar rumah.

    Berdasarkan informasi warga, rumah yang dihuni Darmawan Saputra dan keluarganya kosong sejak Sabtu (5/12). Namun warga tidak tahu ke mana pria yang dikenal sebagai pengumpul dana masyarakat untuk diserahkan kepada Lihan tersebut.

    Saat didatangi ke tempatnya biasa bekerja, yakni SMK Telkom Banjarbaru, Saputra dikatakan sudah mengundurkan diri. Dia tidak lagi mengajar sejak September lalu. Namun tak seorang pun pejabat di sekolah yang terletak di Jalan Pangeran Suriansyah tersebut yang bersedia dikonfirmasi. Telepon seluler Saputra juga tidak aktif.

    Darmawan Jaya, yang juga rekan bisnis Lihan, terperangah ketika dikonfirmasi tentang aksi pencoretan di rumah sahabat, Saputra. "Iya kah. Aku kada tahu. Kasihannya...," lontarnya.

    Saat ditanya ke mana Saputra, Jaya mengaku tak tahu persis. Dia mengaku pernah berkomunikasi melalui ponsel. Saputra mengabarkan dalam keadaan baik. "Memang ada bilang mengungsikan istri dan anak, tapi saya tidak tahu persisnya ke mana. Tidak bilang pindah ke mana," ujarnya.

    Mengenai penyebab Saputra mengungsi, Jaya memperkirakan adanya ancaman. "Ada kekhawatiran karena orang-orang tidak mau tahu. Mereka tahunya kolektor bertanggung jawab," ujar Jaya.

    Disinggung tentang kabar Lihan dijadikan tersangka dan ditahan Polda Kalsel, Jaya mengatakan tahu pada Sabtu malam. "Mudah-mudahan urusan beliau mendapat kemudahan," ujarnya.

    Meski Lihan ditahan, dia berharap usaha patungan mereka tetap berjalan normal. Antara lain penjualan tiket Merpati, dealer TVS dan Rumah Sakit Mawar di Banjarbaru. Sedang usaha Han 'n Ruf di Banjarbaru sudah tutup. Sedang Restoran Ayam Pakuan dan perumahan santri, menurut Jaya, murni miliknya.

    (bpg)

    BalasHapus
  66. Rabu, 09/12/2009 11:39 WIB
    Penipuan Investasi
    Ustad Lihan Sedikitnya Raup Rp 817 M dari Nasabah
    Chazizah Gusnita - detikNews

    Jakarta - Ustad Lihan ditahan polisi karena dituduh menipu para nasabahnya. Kerugian nasabah yang telah mengadu ke polisi mencapai Rp 817 miliar dan bisa membengkak hingga Rp 1 triliun.

    "Uang (nasabah) sudah terkumpul kurang lebih Rp 817 miliar. Bisa lebih karena masih banyak korbannya yang mungkin enggan melapor," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan AKBP Nasir kepada detikcom, Rabu (9/12/2009).

    Nasir mengatakan, hingga kini korban dari penipuan investasi ustaf Lihan berjumlah 3.774 orang. "Masih bisa lebih dari itu," jelasnya.

    Ke mana dana investor itu mengalir, polisi masih menyelidiki. "Informasi ada yang bilang mengalir ke Padang, ada yang bilang ke Merpati. Tapi masih kita selidiki terus," ujar Nasir.

    Ustad Lihan diduga melakukan penipuan terhadap banyak nasabah terkait program investasi syariah dengan bagi hasil 10% per bulan.

    Ustad Lihan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan praktek bank gelap dan pencucian uang. Ustad Lihan dikenai pasal penipuan dan penggelapan uang.

    Ustad Lihan selama ini dikenal sebagai entreprenur berusia muda yang sukses mengelola 10 perusahaanya. Selama ini keuntungan yang dibagikan pada nasabah mengalir lancar dan mulai seret pada Agustus lalu.

    (gus/nrl)

    BalasHapus
  67. Copy Paste dari Banjarmasin Post

    Ah, Ternyata Lihan Tidak Terkenal!

    Kamis, 10 Desember 2009 | 09:00 WITA
    LIHAN ternyata tak populer di Antaraku, desa yang berjarak sekitar 25 kilometer dari ibukota Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Padahal dia adalah pembeli intan Putri Malu yang ditemukan di desa itu, 1 Januari 2007 silam.

    "Lihan, siapa dia," ucap seorang warga, Rusli (48) kepada BPost, Rabu (9/12). Pria ini adalah pemilik lahan pendulangan intan sebesar pentol itu.

    Setelah diberitahu bahwa Lihan adalah pembeli Puteri Malu, Rusli mengaku agak ingat. "Namanya tahu-tahu begitu saja, tidak tahu yang mana orang yang membeli Puteri Malu," ucapnya.

    Rusli juga tak menunjukkan reaksi kala diberitahu Lihan berada dalam tahanan polisi. Dia cuma bertanya penyebabnya. "O... gitu," katanya setelah dijelaskan alasan penahanan itu.

    Menurut dia, warga desa itu tak mengenal Lihan. Apalagi seluk beluk bisnisnya. Warga hanya ingat soal penemuan intan Putri Malu yang diduga intan yang tak bisa dibentuk atau diolah. "Tapi ada yang menawar Rp 3 miliar," katanya.

    Dari uang penjualan itu. sebanyak 18 orang pendulang masingmasing mendapat Rp 120 juta. Semuanya jadi Rp 2,16 miliar. Pemilik tiga mesin mendapat Rp 480 juta. pemilik tanah atau lubang Rp 320 juta. Lalu tiap kepala keluarga diberi Rp 50 ribu, semuanya sekitar Rp 10 juta. Total sekitar Rp 2.970.000.000. Sisanya, untuk penunjuk lubang, madrasah, masjid, musala, potong kambing dan selamatan untuk warga desa.

    Warga lainnya, Maslan saat ditemui juga mengaku tak kenal Lihan. Dia tahunya pembeli Putri Malu adalah orang Martapura. "Apa ditangkapnya karena intan itu," tanyanya.

    Sedangkan tokoh masyarakat yang juga kepala padang, Mastar mengaku mendapat uang Rp 50 ribu setelah Putri Malu terjual. "Aku kada tahu siapa nang menukari. Tapi aku senang haja ah dapat duit Rp 50 ribu dibari buhannya (pendulang). Umpat salamatan pulang. Mudahan ai ada nang kolehan lagi, jadi rami pulang babagibagi duit," ucapnya.

    (awj)

    BalasHapus
  68. LIHAN adalah salah satu contoh anak manusia

    Bagaikan BATU AKIK yang dipoles bagaikan BATU BERLIAN
    Namun akhirnya berubah menjadi BATU GINJAL

    Sangat menyengsarakan ……

    BalasHapus
  69. LIHAN adalah salah satu contoh anak manusia

    Bagaikan BATU AKIK yang dipoles bagaikan BATU BERLIAN
    Namun akhirnya berubah menjadi BATU GINJAL

    Sangat menyengsarakan ……

    BalasHapus
  70. Copy Paste dari Banjarmasin Post
    Sabtu, 12 Desember 2009 | 07:45 WITA

    Senin, Kolektor Lihan Adakan Pertemuan Besar!

    SUDAH hampir sepekan, Lihan hidup dalam sel. Di luar, ribuan kolektor dan investor resah karena uang mereka terancam hilang. Baru-baru ini beredar pesan singkat via ponsel (SMS) di kalangan kolektor. Mereka berencana melakukan pertemuan di lapangan bola Cindaialus, Senin (14/12). Tujuannya, membicarakan sikap yang akan diambil para kolektor.

    Informasi yang diperoleh BPost, pertemuan juga akan membahas rencana permohonan penangguhan penahanan bagi Lihan. Dalam SMS berantai itu tertulis: "Hari senin kumpul di lap bola cindai alus. Pembicara pengacara Lihan membahas tentang penangguhan penahanan supaya bos kawa pencairan, jar Yanto."

    Salah seorang kolektor asal Pelaihari, Tanahlaut menambahkan pertemuan itu akan digelar pukul 10.00 Wita. "Yang penting datang dulu. Paling tidak mengetahui sikap rekan-rekan," katanya kepada BPost, Jumat (11/10).

    Kolektor lain asal Martapura saat dihubungi mengaku juga menerima SMS itu. Namun, dia ragu karena Pengcara Lihan, Masdari Tasmin mengaku tidak mengetahui rencana pertemuan itu. "Berarti gagal upaya penangguhan bos, pengacaranya tidak bisa maiyakan. Pasrah saja sudah, muyak maurusi duit wadah Lihan, baik maurusi usaha yang ada," jawabnya melalui SMS.

    Lain lagi kabar yang diperoleh investor di Banjarmasin. "Kabar yang kami dengar, kepolisian akan menyita aset Lihan. Sehingga bagi yang mau ambil bagian dianjurkan menyerahkan surat perjanjian, begitu bubuhannya memberitahu," ucapnya.

    Kapolsek Martapura Kota, AKP M Yusuf ketika dihubungi mengatakan memang ada rencana pertemun tetapi bukan digagas kepolisian. "Kami sebatas memberikan pengamanan. Rencana pertemuan timbul dari sesama kolektor, tapi nanti berkoordinasi kembali dengan pambakal Cindaialus. Sudah ada dua orang yang mengajukan izin menggelar pertemuan," katanya.

    Tentang kabar penyitaan? Yusuf mengatakan semua hal yang berkaitan dengan penyidikan kasus Lihan ditangani Ditreskrim Polda Kalsel. "Kami hanya sebatas mengamankan," ucapnya.

    BalasHapus
  71. Copy Paste dari Banjarmasin Post
    Sabtu, 12 Desember 2009 | 07:45 WITA

    Senin, Kolektor Lihan Adakan Pertemuan Besar!

    SUDAH hampir sepekan, Lihan hidup dalam sel. Di luar, ribuan kolektor dan investor resah karena uang mereka terancam hilang. Baru-baru ini beredar pesan singkat via ponsel (SMS) di kalangan kolektor. Mereka berencana melakukan pertemuan di lapangan bola Cindaialus, Senin (14/12). Tujuannya, membicarakan sikap yang akan diambil para kolektor.

    Informasi yang diperoleh BPost, pertemuan juga akan membahas rencana permohonan penangguhan penahanan bagi Lihan. Dalam SMS berantai itu tertulis: "Hari senin kumpul di lap bola cindai alus. Pembicara pengacara Lihan membahas tentang penangguhan penahanan supaya bos kawa pencairan, jar Yanto."

    Salah seorang kolektor asal Pelaihari, Tanahlaut menambahkan pertemuan itu akan digelar pukul 10.00 Wita. "Yang penting datang dulu. Paling tidak mengetahui sikap rekan-rekan," katanya kepada BPost, Jumat (11/10).

    Kolektor lain asal Martapura saat dihubungi mengaku juga menerima SMS itu. Namun, dia ragu karena Pengcara Lihan, Masdari Tasmin mengaku tidak mengetahui rencana pertemuan itu. "Berarti gagal upaya penangguhan bos, pengacaranya tidak bisa maiyakan. Pasrah saja sudah, muyak maurusi duit wadah Lihan, baik maurusi usaha yang ada," jawabnya melalui SMS.

    Lain lagi kabar yang diperoleh investor di Banjarmasin. "Kabar yang kami dengar, kepolisian akan menyita aset Lihan. Sehingga bagi yang mau ambil bagian dianjurkan menyerahkan surat perjanjian, begitu bubuhannya memberitahu," ucapnya.

    Kapolsek Martapura Kota, AKP M Yusuf ketika dihubungi mengatakan memang ada rencana pertemun tetapi bukan digagas kepolisian. "Kami sebatas memberikan pengamanan. Rencana pertemuan timbul dari sesama kolektor, tapi nanti berkoordinasi kembali dengan pambakal Cindaialus. Sudah ada dua orang yang mengajukan izin menggelar pertemuan," katanya.

    Tentang kabar penyitaan? Yusuf mengatakan semua hal yang berkaitan dengan penyidikan kasus Lihan ditangani Ditreskrim Polda Kalsel. "Kami hanya sebatas mengamankan," ucapnya.

    BalasHapus
  72. PENJERUMUSAN UMAT ......

    Semua penulis baik di mediamasa , website atau dalam penerbitan buku2 yang membuat stigma/sanjungan2 seolah2 Lihan adalah :
    - Ustadz Milliarder dengan belasan asset perusahaan
    - Ustadz yang berpenampilan sederhana dan dermawan
    - Ustdz pengusaha yang brillian dengan investasi syariah/islami
    - Dan banyak lagi sanjungan2 lainya
    Tulisan2 anda salah satu yang punya andil untuk menggiring sebagian besar masyarakat kalsel terjebak dalam investasi “odong2 ini “
    Lihan sebenarnya tidak ada apa2nya , tetapi terkesan jadi orang besar semua itu karena adanya propaganda. Penjerumusan umat .........

    Jangan lupa atas penderitaan ribuan masyarakat kalsel ini akan anda bawa sampai ke AKHIRAT nanti. Siapa tahu hari ini atau besok anda juga dipanggil sang Khaliq

    Sujud ampun kepada Tuhan tidak ada artinya bila tidak ada kerelaan ribuan masyarakat kalsel yg dizalimi.

    Ingaaaaaat ...! wahai orang2 muslim ( kalu memang anda benar2 orang muslim) sudah ada beberapa investor yg sakit bahkan ada yg meninggal dunia akibat depresi berat. Kedepannya saya yakin akan lebih banyak lagi warga kalsel yg sengsara.
    Apakah anda cuma bisa bilang ... pasrahkan ... ikhlaskan ... tawaqqal ... dll ...dll.
    Klise ......

    Umur dan segala2nya memang atas kehendak Allah, tapi apa penyebabnya ....... ???

    BalasHapus
  73. untungggg unda kada umpatt padahal cagar bahutang di bank manyandaakan SK, artinya tu ALLAH masih sayang lawan saurang hahahahaha hapuk liurrrrrrr

    BalasHapus
  74. Copy paste dari Banjarmasin Post
    Senin, 14 Desember 2009 | 07:56 WITA

    Lihan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

    MARTAPURA, SENIN – Senin (14/12) ini, para investor Lihan merapatkan barisan. Mereka menggelar pertemuan di GOR Putri Malu, Cindaialus, Martapura, Banjar.

    Untuk mengantipasi terjadinya ‘penyusupan’, panitia mewajibkan peserta menunjukkan salinan surat perjanjian dan KTP (kartu tanda penduduk). “Penggagasnya antara 50 hingga 60 orang, spontanitas saja. Pertemuan akan menyosialisasikan pembentukan Forum Komunikasi Investor Lihan,” kata salah seorang penggagas, Yusnizal kepada BPost, Minggu (13/12).

    Mengenai agenda pertemuan, dia mengatakan untuk menampung aspirasi sekaligus menyatukan sikap menghadapi permasalahan yang membelit Lihan.

    Soal permohonan penangguhan penahanan? “Sementara belum ke arah situ. Semua tergantung hasil pertemuan untuk mencapai kesepakatan terbaik bagi semua,” ujarnya.

    Pertemuan direncanakan dimulai pukul 10.00 Wita. “Kami harapkan yang hadir tidak melakukan hal-hal yang mergikan. Pertemuan tujuannya menampung aspirasi, sehingga hendaknya datang dengan niat baik pula,” kata Yusnizal.

    Kapolsek Martapura Kota, AKP M Yusuf ketika dihubungi mengatakan akan mengamankan pertemuan dan aset yang dimiliki Lihan. “Silakan bertemu, asalkan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Perintah pimpinan, jika terjadi keributan, harus dibubarkan,” tegasnya.

    Bersamaan dengan pertemuan itu, Lihan direncanakan menjalani pemeriksaan kejiwaan. “Kita akan periksa kejiwaan Lihan. Psikologisnya kita periksa. Keterangannya sering berubah,” kata Kanit III Sat II Eksus HAKI Polda Kalsel, Kompol Erry S.

    Menyinggung adanya permohonan penangguhan, Erry S mengaku ada yang telah mengajukan. “Itu hak mereka, tetapi pemeriksaan masih terus berlangsung,” tegasnya.
    (dwi/gg)

    BalasHapus
  75. Copy Paste dar Banjarmasin Post
    Senin, 14 Desember 2009 | 08:09 WITA

    ” Tak Ada yang Berani Jamin Lihan ”

    BANJARMASIN, SENIN – Pengajuan penangguhan Lihan yang disampaikan pihak Lihan, melalui penasihat hukumnya beberapa waktu lalu, belum direspon pihak penyidik.

    Sumber Metro Banjar menuturkan, dalam pengajuan penangguhan penahanan itu tak ada yang mau menjadi penjamin Lihan. Malah penasihat hukum Lihan tak berani menjadi penjamin.

    Menurut sumber lagi, belum diresponnya penangguhan penahanan terhadap Lihan ini karena pihak penyidik masih berupaya keras merampungkan berkas Lihan.

    “Pemeriksaan terhadap Lihan ini belum selesai, sehingga pihak penyidik masih perlu memintai keterangan Lihan secara lebih detil,” ujarnya.

    Ketika penangguhan penahanan itu ditanyakan kepada Kanit III Sat II Eksus Haki Kompol Erry S, dia mengatakan itu hak yang bersangkutan.(bpg)

    BalasHapus
  76. BACA BERITA DIATAS ….!

    Hayooooo …! mana nih .. kesetiaan para cecunguk/kaki tangan yg selalu membela Lihan, kesetiaan anda sedang diuji agar mau menjadi SUKARELAWAN atau PAHLAWAN sebagai jaminan demi membela sang Raja Bo’ong

    Yaaach … ! Yakin dech pasti pada lari semua.

    BalasHapus
  77. melihat kondisi dilapangan sepertinya untuk mengembalikan uang masyarakat kesempatannya sangatlah kecil............hal ini dikarenakan adanya beberapa org yg sudah men set finansial lihan , lihan pun men set juga sisa dari finansialnya.
    berbagai alasan pun terus bergulir baik itu dr pihak lihan maupun dr para kolektor besar...............semuanya bertujuan untuk menyelamatkan sisa aset saja.
    Tak ada satupun org yg mau dirugikan, namun dlm hal ini investorlah yg sangat dirugikan karena mereka adalah korban dari konspirasi lihan cs.
    Lihan Cs telah sukses mencuci otak semua investornya hingga terlena dan terbuai akan janjinya...padahal selama 5 bulan ini (dimulai sejak agustus) beberapa orang dan lihan sdh bergerak menyelamatkan asetnya agar ketika tiba hari seperti ini mereka memberanikan diri untuk pasang badan dihadapan hukum, hukum yg telah mereka pelajari sisi-sisi lemahnya, yg telah merka manfaatkan untuk meraup keuntungan semata.

    BalasHapus
  78. RASAKAN LUUUUU........
    PARA PEMUJA UANG.......

    BalasHapus
  79. Copy paste Banjarmasin post online
    Rabu, 16 Desember 2009 | 05:54 WITA

    "Lihan Tak Hadiri Pemakaman Ibu"

    BANJARMASIN, RABU - Rencana tes kejiwaan terhadap Lihan pada Selasa (15/12) kembali gagal. Ini karena ada kabar mengejutkan dari luar tahanan.

    Lihan kembali mendapatkan cobaan berat. Ibunya, Hajjah Siti Aisyah, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Lianganggang RT 3 Kecamatan Batibati Kabupaten Tanahlaut, Selasa pagi. Siti diperkirakan meninggal karena sakit dan stres memikirkan Lihan.

    Penasihat hukum Lihan, Masdari Tasmin, mengatakan kliennya mendapat kabar duka dari penyidik Polda Kalsel. “Sekitar pukul 09.00 Wita, dari keluarganya,” terang Kanit II Haki Kompol Erry S.

    Penyidik pun mengeluarkan Lihan dari sel tahanan ditreskrim. Dengan mengenakan kaos kerah motif garis-garis, Lihan dibawa ke ruang penyidik di lantai II di mana dia biasa menjalani pemeriksaan. Selanjutnya pria kelahiran 1974 tersebut diberitahu ibunya meninggal dunia.

    “Lihan langsung menangis. Dia syok dan menangis terus,” beber Masdari yang mendampingi kliennya saat itu.

    Setelah kondisinya agak membaik, Lihan kemudian dibawa ke tempat jenazah ibunya disemayamkan. Rombongan tiba sekitar pukul 11.00 Wita.

    Waktu melihat jenazah ibunya, Lihan langsung syok. Dia langsung memeluk tubuh almarhumah. “Dia kembali menangis dan akhirnya pingsan di depan jenazah,” terang Masdari.

    Beberapa anggota keluarga dan penyidik menjemput seorang ahli medis yang ada di sekitar rumah. Oleh ahli medis, penyidik disarankan membawa Lihan ke rumah sakit. “Kita bawa ke RS TNI Angkatan Udara Syamsuddin Noor, Banjarbaru. Lihan sempat diberi oksigen oleh petugas rumah sakit,” terang Masdari.

    Setelah mendapat perawatan sekitar satu jam, sekitar pukul 13.30 Wita, Lihan dirujuk ke RSU Bhanyangkari, Jalan A Yani Kilometer (Km) 4, Banjarmasin, dengan menggunakan mobil ambulans.

    Hingga pukul 17.00 Wita, Lihan terbaring di ranjang rumah sakit. Dia tidak dapat menghadiri pemakaman ibu tercinta.
    Matanya terpejam dan tangannya diinfus. Sang istri, Jamratul Adawiyah, terus mendampingi.

    “Saya sendiri belum berani berkomunikasi dengan Lihan,” ujar Masdari.
    (bpg)

    BalasHapus
  80. Copy paste dari Banjarmasin Post On Line
    Kamis, 17 Desember 2009 | 07:09 WITA

    "Polisi Sita Saham Lihan"

    BANJARMASIN, KAMIS - Jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Kalsel terus bergerak mengamankan aset yang diduga milik Lihan, pengelola investasi asal Cindaialus, Martapura, Kabupaten Banjar.

    Sedang pemeriksaan dihentikan sementara karena tersangka pengumpulan dana masyarakat tersebut sakit. Lihan pingsan saat memeluk tubuh ibunya, Hajah Siti Aisyah, yang meninggal Selasa (15/12) pagi.

    "Kami telah menyita 12 saham Lihan di beberapa perusahan," kata Wakil Direktur Reskrim AKBP Kliment Dwi Kurjanto, Rabu (16/12), seraya meminta BPost mengonfirmasi rinciannya kepada penyidik.

    Kanit II Haki Sat II Ekonomi Khusus Kompol Erry S memaparkan perusahaan tersebut adalah PT Lihan Jaya Semesta, PT Lihan Jaya Sarana, CV Mawar, CV Runaway Berkah Utama, CV Lihan Smart Prima, PT Alhamdulillan, PT Handruf Telematika, PT Ira Visual Multimedia, PT Lima Maha Karya, CV Lihan Jaya Kubersama, PT Tri Abadi Mandiri dan PT Ajal. Namun untuk saham di PT Ajal belum dapat dipastikan kepemilikannya.

    "Kami meminta agar saham Lihan di perusahaan tersebut dikeluarkan kemudian dananya dimasukkan ke rekening Lihan dan selanjutnya disita. Ini agar perusahaan tersebut tidak mendapat masalah," beber Erry.

    Proses tersebut harus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. Itu sesuai Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan.

    Disinggung mengenai nilai saham di setiap perusahaan, menurut Erry, relatif kecil yakni sekitar Rp 200 juta.

    Dana terbesar yang ditanamkan Lihan cuma ada di maskapai penerbangan Merpati yakni Rp 15 miliar. Dengan Merpati, Lihan hanya melakukan kerja sama operasional (KSO). "Di sini Lihan mendapatkan bagi hasil Rp 350 juta per bulan," tambah Erry.

    Padahal berdasarkan temuan penyidik, Lihan berhasil mengumpulkan seditinya Rp 817 miliar dari 3.475 pemilik modal.

    Kuasa hukum Lihan, Masdari Tasmin, mengatakan tidak mempermasalahkan penyitaan saham Lihan. "Asalnya sesuai KUHP seperti ada berita acara penyitaannya. Namun sampai saat ini kita tak menerima surat pemberitahuan penyitaan," beber Masdari.
    (bpg)

    BalasHapus
  81. UNTUK SEMUA INVESTOR. AWAAAAS … WASPADA …! ADA PENGHIANAT …

    DIAM – DIAM ADA 2 ORANG YG BERUSAHA MENYITA ASSET LIHAN …. !

    Baca Berita dibawah , copy paste dari Banjarmasin Post
    Jumat, 18 Desember 2009 | 08:08 WITA

    MARTAPURA, JUMAT – Diam-diam ada dua orang yang berusaha menyita aset Lihan. Mereka mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Martapura.

    Gugatan pertama diajukan Imam Kurniawan pada Senin, 9 Desember 2009. Dalam berkas gugatan bernomor 13/PDT/G/2009/PN MTP, Imam berharap dapat menyita rumah Lihan dan Lapangan Bulutangkis Putri Malu di Desa Batung, Cindaialus, Martapura.

    Sedangkan gugatan kedua masuk Rabu, 16 Desember 2009, dan diberi nomor 14/PDT/G/2009/ PN MTP. Pemohon penyitaan aset Lihan adalah Sugihartono. Dia ingin menyita rumah Lihan di Kota Santri, Guntung Manggis dan Rumah Sakit Mawar di Jalan Panglima Batur, Banjarbaru.

    Humas PN Martapura, Jarod Widiatmono, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan sidang kedua gugatan. Untuk gugatan Imam dijadwalkan 28 Desember 2009.

    “Surat undangan persidangan sudah disampaikan juru sita Imansyah kepada tergugat Lihan di rumahnya Cindaialus. Tetapi, rumah tergugat tertutup rapat sehingga surat disampaikan melalui kantor desa yang diterima Sekdes Sumijaya,” terang Jarod, Kamis (17/12).

    Disinggung status penggugat, Jarod mengaku tidak mengetahui persis apakan pemodal atau tidak.

    Sementara itu agar penyitaan dana Lihan di 12 perusahaan lancar, penyidik Ditreskrim Polda Kalsel menyurati pihak manajemen.

    Ke-12 perusahaan tersebut adalah PT Lihan Jaya Semesta, PT Lihan Jaya Sarana, CV Mawar, CV Runway Berkah Utama, CV Lihan Smart Prima, PT Alhamdulillah, PT Handruf Telematika, PT Ira Visual Multimedia, PT Lima Maha Karya, CV Lihan Jaya Kubersama, PT Tri Abadi Mandiri dan PT Ajal.

    Kanit II Kompol Erry S, mewakili Kasat I AKBP Helfi Assegaf, Kamis (17/12), berharap para pemilik perusahaan segera melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk mengeluarkan saham Lihan.

    Dengan adanya pencairan, pihak kepolisian dapat lebih mudah melakukan penyitaan. Selain itu, pihak perusahaan terbebas dari kasus yang membelit Lihan.

    Penyidik juga menyurati kementerian BUMN. Ini karena Lihan melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan maskapai penerbangan Merpati. Di perusahaan ini, Lihan menanam modal Rp 15 miliar

    BalasHapus
  82. ” FKIL HARUS WASPADA .. !”

    Menyimak berita diatas tentang adanya 2 orang yg DIAM – DIAM SUDAH ADA 2 ORANG YG TELAH MEMASUKKAN SURAT GUGATAN KE PENGADILAN UNTUK BERUSAHA MENYITA ASSET2 LIHAN.

    Bisa kita bayangkan ternyata diluar FKIL (Forum Komunikasi Investor Lihan) apa tujuan orang2 yg secara diam-diam berusaha menyita asset2 Lihan.

    1. Ada kemungkinan orang2 tersebut adalah orang2 yg memang sengaja utk menyelamatkan asset2 Lihan sebelum disita oleh pihak kepolisian.

    2. Kemungkinan lain orang2 tersebut adalah para penghianat yg ingin menguasai sendiri asset2 Lihan yg masih belum disita pihak kepolisian

    FKIL dalam hal ini yg dibentuk dengan tujuan untuk memperjuangkan demi hak-hak para pemodal yang terbengkalai pasca penahanan Solihan alias Lihan, perlu anda waspada akan adanya orang2 yang bergerilya sengaja secara diam2 untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara yang sangat licik.
    Penting diketahui terutama orang yg bernama Sugiartono itu adalah salah orang yg sangat dekat dengan Lihan yg selama ini sudah banyak diuntungkan oleh adanya investasi “odong2″ ini.

    Sugiartono dalam tulisan bang Udin di http://www.bagirata.wordpress.com yang berjudul “Tukang Ojek yang menjadi Milliarder” memang berasal berasal dari masyarakat bawah yg telah mengeruk kekayaan melalui investasi Lihan dan dalam tulisan di http://www.bagirata.wordpress.com bersama Lihan juga membangun PT. TRI ABADI MANDIRI.

    Sekarang setelah Lihan di tangkap, asset2 terutama beberapa buah mobil yg dimiliki Sugihartono sudah tidak terlihat lagi. ini pasti salah satu langkah2 upaya pengamanan assetnya. LICIK ….. ! PENGHIANAT MEMANG LICIK ...!

    BalasHapus
  83. astagafirullahaladzim....semoga kita dilindungi dari segala mara bahaya. Ibarat nasi sudah jadi bubur maka nyaman kada nyaman tapaksa dimakan habis daripada kalaparan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, hanya itulah yang bisa kita lakukan. Sepertinya lihan kada kawa lagi mambuliki duit para investor....

    BalasHapus
  84. astagafirullahaladzim....semoga kita dilindungi dari segala mara bahaya. Ibarat nasi sudah jadi bubur maka nyaman kada nyaman tapaksa dimakan habis daripada kalaparan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, hanya itulah yang bisa kita lakukan. Sepertinya lihan kada kawa lagi mambuliki duit para investor....

    BalasHapus
  85. astagafirullahaladzim....semoga kita dilindungi dari segala mara bahaya. Ibarat nasi sudah jadi bubur maka nyaman kada nyaman tapaksa dimakan habis daripada kalaparan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, hanya itulah yang bisa kita lakukan. Sepertinya lihan kada kawa lagi mambuliki duit para investor....

    BalasHapus
  86. astagafirullahaladzim....semoga kita dilindungi dari segala mara bahaya. Ibarat nasi sudah jadi bubur maka nyaman kada nyaman tapaksa dimakan habis daripada kalaparan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, hanya itulah yang bisa kita lakukan. Sepertinya lihan kada kawa lagi mambuliki duit para investor....

    BalasHapus
  87. RAJA-RAJA TERKENAL

    1. Rhoma Irama : Si Raja Dangdut
    2. Elvis Presley : Si Raja Rock’n Roll
    3. Michel Jackson : Si Raja Pop
    4. Tarzan : Si Raja Rimba
    5. Lihan : Si Raja Riba eh..Si Raja Tipu

    Aiiiih . Raja a’a nih !

    BalasHapus
  88. mana itu anjing penjaga lihan???????????
    dulu kalian bilang kami iri, gibah...fitnah
    dulu kalian bilang rugi adalah resiko, kenapa kalian ribut kalo lihan gak bisa mengembalikan dana kalian................
    tape semua lo...........

    BalasHapus
  89. @bpl
    He..he ..! kata mereka Rianz adalah " si Pembuat Dosa " Sekarang terbukti kaaan ! mereka yg menzalimi sekian ribu masyarakat. Siapa yg membuat dosa sehingga banyak orang yg sakit dan bahkan meninggal.

    Maklumi aja ....

    BalasHapus
  90. Copy paste dari :
    http://eteg46.blogspot.com/2009/01/keberuntungan-sang-pemula.html

    08 Januari 2009
    KEBERUNTUNGAN SANG PEMULA

    Pada pikiran para pemula terdapat banyak kemungkinan, tetapi pada pikiran para ahli
    hanya ada sedikit kemungkinan Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang sesuatu, tetapi mempunyai pikiran yang terbuka, akan memercayai kemungkinan apapun, karena bagaimana mungkin dia bisa meragukan sesuatu yang tidak diketahuinya ?
    Mereka masih lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru, yang mungkin saja sebetulnya juga merupakan sesuatu yang baru bagi yang sudah berpengalaman.
    Mereka menyambut pembelajaran dengan ramah, lebih cepat dan lebih bersemangat daripada mereka yang telah berpengalaman.
    Begitupun dengan aku, diawali cerita ditahun 2006 yang telah lalu..hadir seorang Ustad Darmawan Saputra yang telah memberikan pencerahan hidup bagi aku dan mungkin bagi kebanyakan teman-teman di komplek tempat tinggal aku. Mengajak ikut berbisnis INVESTASI wao.. itu memang sesuatu yang baru..bagi aku yang notabene seorang PNS yang kerjanya melayani masyarakat di tingkat Kecamatan.
    Bermodal nekat dan tekat ingin maju..sebuah mobil Daihatsu Feroza aku gadaikan sebesar Rp. 49.000.000,-,, luar biasa efek yang aku ambil waktu itu..Spekulasi..itu pasti bahkan sang isteri dan rekan-rekan dikantor pun ngomong kalo aku nekat, bodoh, atau apapun itu..cuman yang ada hanya keyakinan diri..”bila kedengarannya logis mengapa tidak kita coba ?”
    Investasi Intan yang dijalankan oleh Ustad Lihan, Ustad Darmawan Saputra Cs di PT Tri Abadi Mandiri..benar-benar membuat semua orang terkesima..pihak perbankan, pemerintah daerah bahkan seorang menteri pun dibuat terpesona..apalagi aku ya..
    Kini 2 tahun telah berlalu..alhamdullillah sekarang aku sudah punya 2 buah rumah dan 4 buah mobil baru 2 unit Daihatsu Xenia Li VVTi Tahun 2008,1 unit Toyata Yaris Tipe E tahun 2008, dan terakhir 1 unit daihatsu Terios Elegant tahun 2009..alhamdullillah..mimpi pun tidak memilikinya..tapi semua udah diatur oleh ALLAH SWT.. tinggal gimana cara mensyukurinya..insyaallah target aku adalah menunaikan rukun Islam yang ke 5 yakni pergi ketanah suci.. amin..
    Ketika aku memulainya mungkin ini yang kurasakan..dan dirasakan oleh kawan-kawanku..
    Tidak seperti orang yang telah sering mengalami kesulitan dan kegagalan dalam sebuah usaha, para pemula seperti aku tidak terbesit sedikitpun rasa khawatir atau rasa takut dengan bisnis yang sekarang ini aku jalani..justru..aku makin giat mencari dan terus mencari peluang yang aku yakin setiap peluang itu selalu menunggu bahaya yang siap mengancam aku dimana pun itu,,
    Mungkin kata ini yang selalu tersirat didalam hati..
    Keberuntungan lebih berpihak kepada yang kurang pandai Tetapi banyak mencoba, daripada kepada mereka yang pandai Tetapi tidak bertindak apa-apa
    Diposkan oleh teguh blog di 22:26

    BalasHapus
  91. Baca tulisan diatas

    Bahwa Ustadz Lihan dan Ustadz Darmawan Saputra melakukan bisnis intan di PT. TRI ABADI MANDIRI.
    Kedua Ustadz itu adalah jebolan Pesantren Darul Hijrah. Baca disini : http://yunizar84.blogspot.com/2007/11/ulama-intelektualitas-atau-pengakuan.html
    Ustad Darmawan Saputra yg diberitakan Banjarmasin Post rumahnya disegel warga adalah salah seorang kolektor besar

    Yaaaach ... sama-sama bergelar Ustadz dan sama-sama jebolan Pesantren Darul Hijrah juga sama-sama menjalankan investasi syariah.

    Darul Hijrah memang TOOOOOOOP ....

    BalasHapus
  92. Weleh weleh ! duet ustadz jebolan pesantren ya ?
    Hebaaaaaaaat !

    BalasHapus
  93. Beberapa tahun menimba ilmu dipesantren setelah lulus jadi penipu. Hebaaaaaaaat !

    Ustadz Lihan bersama2 dengan kelompoknya ternyata sudah bertahun2 menghidupi istri dan anak2nya juga orang tuanya dengan makanan dari uang yang diperoleh dari hasil penipuan.

    Ditubuh istri dan anak2 juga orang tua mereka telah mengalir darah dari makanan yg dibeli dengan uang usaha yg haram.

    Bagaimana mental anak2 mereka bila dewasa nanti ?

    Jawabannya ? Tuhan mengetahui atas segala2nya.

    BalasHapus
  94. KITA GAK TAHU APA SEBENARNYA TERJADI, APA BENAR USTAD YANG NIPU ATAU DIA JUGA DITIPU? BIARLAH YANG BERWAJIB MENGUNGKAP MASALAH INI, MUDAH-MUDAHAN APARAT BISA BEKERJA CEPAT DAN BENAR

    BalasHapus
  95. Lihan....kau ngaku seorang ustadz...ternyata tipu-tipu, abal-abal dan odong-odong...

    BalasHapus
  96. Lihan dan Darmawan Saputra memang "Ustadz" dan keduanya alumni ponpes Darul Hijrah. Tapi ustadz "karbitan"

    BalasHapus
  97. DE JA VU...........
    sy sudah pernah mengalami seperti ini...sekitar tahun 2000an awal, jaman2nya PT QSAR, tp invest yg ibu sy lakukan bkn d PT QSAR. Ceritanya panjang, namun gambaran besarnya sama seperti yg terjadi pada teman2 skrg ini :
    1. menggunakan orang2/ tokoh yg punya pengaruh baik;
    2. Bisnis tidak jelas -> dulu bidang yg sy invest kan adlh beras unggul, tp sy cr di hero ato supermaket laen ko ga ada? Mungkin pemasarannya terbatas/ highclass ato apalah, Tapi dari LOGIKA aja, gmn mau untung besar kalo dipsarkan terbatas? dan ujung2nya, sy ga enak mau bertanya dan keenakan aja terima bunga, toh lancar kan?.
    * Dalam kasus ini -> Bisnis lihan : rumahmakan , pisang goreng, intan, dll....tp ko ga terkenal...oo mungkin terkenal di banjar/ lokal/setempat/ area tertentu.
    Lagi-lagi secara LOGIKA : yg punya waralaba di seluruh indonesia saja, untungnya tidak sebesar lihan...So?
    3. Ketika pembayaranya tersendat, kmdn macet, alasannya juga sama, macam2 dan ga masuk logika sebenarnya dan ujung2nya setelah macet total, orangya menghilang, istrinya lg hamil juga ga tau suami kemana dan nangis2.
    Dalam kasus ini : silahkan baca postingan teman2 di atas (Saya tidak tahu kebenarannya)
    4. Ketika muncul/ditangkap kmdn diinterogerasi, pertamany kasi alasan macam2, minta tambahan modal 400 juta untuk buka pita segel yg cm ada di afrika, dan kalo udah di buka , bisa cairin dana milyaran....what??mau kabur ? dan emang dia punya mesin uang, pake pita segala macam-> ga masuk di akal
    Dan akhirnya setelah di interogerasi terus menerus, dia cm bisa diam seribu bahasa, rekening dia cm ada bbrp juta, kmdn dipenjara dan sepertinya sekrg sudah keluar (kita udah ga mau tau dan ngingat itu lg, ibu sy stres kalo ingat itu)
    Dalam kasus ini : baca postingan di atas : hp hilang, punya obligasi ato apalah senilai ....triliun dan selanjutnya...apakah nanti akan diam seribu bahasa? entahlah
    5. hampir semua investor, menahan diri untuk tidak lapor polisi/ melakukan tindakan anarki dgn alasan:
    a. biar dia dpt menyelesaikan urusannnya/ memperbaiki bisnisnya sehingga pelan2 dana investor bisa dibayar
    b. krn rata2 investor adlh orang yg punya uang dan malu kalo orang laen tahu akan kejadian yg sudah/sedang dialaminya (menginvestkan uangnya), krn hampir semua investor pd dasarnya sedari awal bertanya/ meragukan/ tidak masuk di akal mereka, namun hati mereka (dan saya/kita) ketutup oleh nama baik pengajak dan bunga/ keuntungan yg besar.
    Dalam kasus ini : bc postingan di atas : idem, investor marah ketika lihan ditangkap dan ga semua investor lapor (terutama para famous people)
    6.Saya menduga ada jaringan yg lebih besar lg dan penarik investor (dalam kasus saya) ato LIHAN (mungkin??) aDAlah korban juga/ pelaksana saja... wallahualam

    Buat teman2 ...yg sabar...sy paham dan berempati sekali thdp apa yg teman2 rasakan...rejeki tidak kemana, temans.

    Alhamd...sy masi bisa hidup, makan, trsenyum hingga saat ini dan bangkit dr keterpurukan
    (uang invest adlah tabungan pesangon/pensiun mama saya yg sudah ditinggal suami dan tidak ada penghasilan lagi serta hrs menghidupi keepat anaknya yg masih kuliah di kota yg berbeda-beda....bravo mam... i love you)

    BalasHapus
  98. Copy paste dari :
    http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=54972

    Jum'at, 11 Desember 2009 , 10:20:00
    Lihan Andalkan 15 Kolektor
    Penipuan Berkedok Investasi Intan Senilai Rp817 M

    Banjarmasin/JPNN
    MARTAPURA- Tersangka penipuan dan penggelapan dana masyarakat senilai Rp817 miliar, Lihan (34), warga Desa Cindai Alus, Martapura, Kalimantan Selatan, ternyata dalam menjalankan bisnisnya itu tidak sendirian.

    Pengusaha intan yang dikenal dengan dengan sejumlah pejabat, artis dan ustad kenamaan itu mengandalkan setidaknya 15 kolektor pengumpul dana masyarakat. Dari 15 tersebut, ada 8 orang yang berada di ring 1 atau simpul paling dipercaya Lihan.

    Sumber terpercaya Radar Banjarmasin (JPNN Grup) mengatakan, ada sejumlah nama sekitar 15 orang kolektor besar yang sebagian besar berdomisili di Banjarbaru. “Yang 15 orang itu semuanya kolektor besar, rata-rata dengan investasi di atas Rp 5 miliar,” ucap sumber sahih ini.

    Sumber ini juga menyebutkan, dari 15 orang kolektor besar Lihan tersebut, disebut-sebut ada 8 orang yang punya nilai investasi di atas Rp10 miliar hingga Rp50 miliar lebih. “Rata-rata memang tinggal di Banjarbaru, makanya kenapa dua hari kemarin, ada beberapa orang yang diperiksa di Polresta,” katanya.

    Masih dari bocoran sumber ini, ia menyebutnya tim 8 atau orang-orang kepercayaan Lihan selama menjalankan bisnis investasi tersebut. “Sudah ada nama-nama tapi tidak bisa dibeber,” katanya lagi.

    Informasi lainya yang disebut sumber terpercaya ini, biasanya -ketika bisnis Lihan masih berjalan-, Tim 8 ini yang melakukan pertemuan semacam rapat, ketika akan dilakukan pencairan bagi hasil per-bulan-nya. “Orang-orang tersebut memang tidak mengakuinya, mereka sendiri terkejut ketika disebut 8 orang,” katanya.

    Siang kemarin, di Mapolresta Banjarbaru memang tidak lagi terlihat ada pemeriksaan kolektor Lihan, seperti dua hari sebelumnya. Pada Senin, 5 orang kolektor -saksi Lihan- menjalani pemeriksaan penyidik Polda Kalsel, lalu dilanjutkan pada hari Selasa ada 10 orang yang dimintai keterangan oleh sejumlah penyidik Polda Kalsel.

    Masih menurut sumber terpercaya tersebut, menyebutkan bahwa kemungkinan saja mereka yang masuk dalam Tim 8 yang statusnya saksi Lihan naik menjadi tersangka. Dari bocoran sumber, materi pertanyaan yang diajukan ke kolektor besar tersebut menyangkut pasal 59 Undang-Undang Perbankan Syariah. “Intinya ‘kan tidak ada izin BI,” sebutnya.

    Sumber sahih lainnya menyebutkan, memang benar sudah dikantongi nama-nama Tim 8 yang disebut-sebut menjadi kepercayaan Lihan tersebut. Sumber ini menyebut, mereka adalah Bkt, DS, DJS, Sgi, Kdr, Jrn, Krs, dan Hsy. “Memang sebagian besar berdomisili di Banjarbaru, hanya satu yang di Banjarmasin, tapi paling besar,” katanya.

    Meski terdapat nama-nama tersebut, namun masih banyak lagi kolektor Lihan yang juga bernilai miliaran rupiah. “Itu memang hanya yang besar, tapi yang miliaran dibawah 10 sebenarnya juga ada,” katanya.

    Bukti ke arah tindak Pidana sebenaranya sudah mulai terkuak. Diantaranya ada sejumlah cek yang beredar dari tangan kolektor besar tersebut, namun ternyata berupa cek kosong. “Ingin dicairkan jumlahnya seratus jutaan ternyata kosong, itu ‘kan sudah bukti Pidana, sayang nasabah tersebut tak mau mengadu, sepertinya takut kehilangan duit investasinya,” beber sumber ini.

    Sumber sahih ini juga menyebut, ada sekitar 5 cek kosong dari tangan kolektor besar yang ternyata juga kosong.

    Saat bisnis investasi bodong Lihan masih berjalan, disebut-sebut delapan orang tersebut, selalu menerima fee 2 persen selain keuntungan pembagian 10 persen yang diserahkan ke pemodal. Kucurannya 2 persen khusus kolektor, 8 persen lainnya diberikan ke pemodal atau nasabah, begitu setidaknya bisnis investasi miliaran rupiah milik Lihan. (tim/fuz)

    BalasHapus
  99. Semoga ada hikmahnya dari kejadian ini amien

    BalasHapus
  100. Ya Rabb..! Hanya Engkau YANG MAHA TAHU siapa yang sebenarnya yang melawan hukum MU..
    Mngkin Lihan..
    Mngkin Jga Orng2Yang Pengen Cpt Ky tnp perlu cpe2..
    Hanya Engkau YANG MAHA ADIL..

    BalasHapus
  101. Mungkin dalam kepala Lihan yang "njendol"kayak lohan itu di dalamnya ada intan "puteri tidak malu" yang nilainya trilyunan......

    BalasHapus
  102. Membaca berita dari :
    http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=54972

    Dengan judul :
    " LIHAN ANDALKAN 15 KOLEKTOR "

    Penyidik pasti lebih cerdik siapa saja orang2 yg membantu Lihan.

    Demi ribuan masyarakat yg disengsarakan dan demi islam yg dikoyak2 oleh Lihan beserta orang2 yg menjadi Konspiratornya, Kami yakin penyidik akan bekerja keras untuk membongkar tuntas sampai keakar-akarnya atas kejahatan penipuan terbesar dalam sejarah Kalsel ini.

    Pasti ada pasal yg dapat menjerat Lihan dan konspiratornya yaitu "secara bersama2" malakukan tindak kejahatan penipuan dan penggelapan dana yg bukan menjadi haknya.

    Seperti yg telah dilakukan oleh Bernard Madoff dan beberapa orang pembantu2nya yg akhirnya tertangkap karena melakukan penipuan dengan pola / Skema Fonzi

    Apa yg dilakukan Lihan dan kelompoknya sama dengan yg dilakukan Madoff, sama-sama melakukan penipuan dengan pola/Skema Fonzi.

    Kalau yg dilakukan Madoff berdampak buruk pada perekonomian orang banyak.

    Sedangkan yg dilakukan Lihan berdampak jauh lebih buruk, Karena selain berdampak buruk pada perekonomian ribuan masyarakat juga membawa2 islam dengan "investasi Syariahnya" yg telah menjerumuskan banyak kaum muslim terutama di Kalsel.

    Memalukan ........ !

    BalasHapus
  103. investasi yang keuntungan besar..resiko buntungnya juga besar...kenapa masyarakat kalsel umumnya tidak berkaca pada pengalaman terdahulu (bisnis voucher)....................tergiur keuntungan besar nalar pikiran ternafikan

    BalasHapus
  104. awas strategi lihan, para kolektornya mengamankan dana2 ke aset di luar daerah. semuah dana yang dipakai mereka adalah dana investor. PT. TRI ABADI MANDIRI hanyalah sebagian kecil, darmawan jaya adalah salah satu antek2 lihan yang mengamankan dana nasabah di luar daerah dengan pembelian rumah di daerah bandung, jakarta dan daerah lainnya, PT. AJAL pelaksana H.faisol untuk pembelian berlian di daerah cempaka dan saat lihan mulai goyah melakukan penjualan besar2 secara murah di daerah jawa dimana agar dana hsil penjualan dpt disimpan untuk modal. Lihan grup banyak memiliki truk2 yang biasa untuk mengangkut pasir dan tanah merah(truk nya sudah diamankan oleh para antek2nya) itu hanya sebagian kecil. karena semua antek2 yang menjalankan dana dari lihan sudah mengamankan aset2 mereka sehingga mereka dapat menikmati hasil dari perjuangan mereka menipu anda2 semua. segera telusuri para antek2 mereka jangan biarkan mereka lega.. karena dana2 anda masih ada sebagian di rekening fiktif mereka. jangan biarkan antek2 lihan leluasa mengamankan dana investor.
    kemana suaranya dan bunyinya para pelaku bisnis yang menggunakan dana lihan,penerbit2 yang menerbitkan buku2 lihan, kolektor2 besar lihan.
    segera usut dana2 anda di orang2 terdekat lihan..
    saya doakan semoga dana kalian semua bisa diselamatkan.

    By PJ

    in batavia city.
    source from independence data, bank source.

    BalasHapus
  105. yup betul anonim..............truk itu sudah diamankan oleh gank nya lihan kurang lebih 3 bulan yg lalu

    BalasHapus
  106. Runtuhnya “Keraja’an Cindai Alus” karena ulah sang “Raja Li Han ” bersama2 dg Punakawan dan Punggawanya

    Copy from Iwan Hendra pada :
    http://www.facebook.com/group.php?gid=180144089190&ref=mf

    BalasHapus
  107. Benar juga ya, masak mereka nyelematin diri sendiri, padahal selama ini kolektor telah mendapat fee dari modal investor. Mereka masih bisa hidup enak sementara investor sudah pada stres, biadap punggawa2 lihan.....Pak polisi tangkap juga antek2 lihan kenapa cuma Lihan yang ditangkap......

    BalasHapus
  108. Rianz....sebenarnya anda siapa? sepertinya anda tahu banyak tentang bisnis Lihan, kalau anda tidak keberatan mohon dicarikan infomasi mengenai kolektor yang bernama taufik. Apakah dia juga nyelamatin diri sendiri? Terimakasih,.

    BalasHapus
  109. Dalam hal ini......
    bagi yang tertimpa musibah atau apapun namanya...
    tidak lain hanya bersabar.......
    bagi yang menjadi penonton......
    jangan ikut mentertawakan "komedi" ini......

    Hanya satu kalimat : INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN........

    selalu berpasrah dan bertawakkal kepa ALLAH SWT....

    BalasHapus
  110. YA GAK BISA PASRAH AJA ANONIM, KAMI HARUS USAHA DULU MUDAHH-MUDASHAN ADA JALAN KELUAR SUPAYA DANA KAMI DAPAT KEMBALI.

    BalasHapus
  111. AS.WR.WB...SIAPA YG BERTANGGUNG JAWAB !!!!..KAMI NASABAH KECIL DAN BARU SAJA IKUT INVESTSI....BANAJARMASIN 0818576654

    BalasHapus
  112. bersatu,titik !!!!!!!

    BalasHapus
  113. BERSATU,TITIK !!!

    BalasHapus
  114. BERSATU,TITIK !!!.....

    BalasHapus
  115. Hapus ha, mkanya jgn koyo bnyk duit investasi, tatipu klo jd nya!

    BalasHapus

Islamic Widget